PDIP Buka Suara Disebut Jadi Poros Kuat Pilpres 2029

Oleh Hidayat Taufik pada 09 Sep 2026, 09:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menanggapi anggapan bahwa partainya dapat menjadi salah satu poros utama dalam Pilpres 2029.

Ganjar menyatakan PDIP belum ingin membahas agenda politik menuju Pemilu 2029. Saat ini, perhatian partai lebih diarahkan pada persoalan bencana dan kebutuhan masyarakat di sejumlah daerah.

"Kami sedang konsen bantu bencana NTT, siaga erupsi gunung dan kondisi kekeringan dimana masyarakat perlu banyak air. Disamping soal efek karhutla pada masyarakat," kata Ganjar, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (9/9/26).

Menurut Ganjar, berbagai bencana yang terjadi saat ini membutuhkan penanganan bersama. Ia menilai seluruh sumber daya yang tersedia perlu dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak.

"Gempa NTT perlu bantuan, banjir Aceh dan sekitarnya perlu dituntaskan, karhutla perlu segera dipadamkan, kekeringan & kesulitan air bersih perlu segera dibantu karena kemungkinan kemarau ini akan panjang," katanya.

Ganjar menambahkan, aktivitas erupsi sejumlah gunung api juga memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Karena itu, persoalan tersebut dinilai lebih mendesak untuk menjadi perhatian saat ini dibandingkan pembahasan mengenai kontestasi politik mendatang.

"Ditambah beberapa erupsi gunung berapi yang berdampak pada sektor lain. Itulah masalah rakyat yang harus diurus hari ini," imbuh Ganjar.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebut PDIP sebagai salah satu poros politik yang berpotensi memiliki peran penting dalam Pilpres 2029. Selain PDIP, ia turut menyinggung poros Solo dan Cikeas.

Doli sebelumnya menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat pada Sabtu (5/9).

Ia menyatakan sependapat dengan pernyataan AHY mengenai kekuasaan sebagai amanah yang memiliki masa atau batas waktu.

"Namun, dilihat dari nuansa penyampaian, gestur, dan standing positionnya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang," kata Doli saat dihubungi, Senin (7/9).

Selain poros Solo dan Cikeas, Doli juga menantikan sikap politik PDIP yang ia sebut sebagai poros Teuku Umar. Menurutnya, partai tersebut belum secara terbuka menyampaikan kesiapan menghadapi Pilpres 2029.

"Memang menjadi agak unik, bila dalam waktu dekat, salah satu poros politik penting lain (Teuku Umar), tidak kunjung menyatakan siap bertarung pada Pilpres 2029," katanya.