JAKARTA, Cobisnis.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap habitat satwa liar mendorong pegiat lingkungan meminta pemerintah memperkuat upaya perlindungan kawasan hutan, khususnya yang menjadi tempat hidup orangutan.
CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Jamartin Sihite menilai dampak karhutla terhadap orangutan harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat menggambarkan ancaman yang dihadapi berbagai satwa lain di kawasan hutan.
"Kalau orangutan terdampak, bayangkan satwa liar lain di hutan yang juga terdampak. Ini harus menjadi perhatian Presiden dan Wakil Presiden," kata Jamartin, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Jamartin setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan Tengah.
Ia mengatakan perhatian terhadap konservasi satwa perlu dibarengi dengan langkah nyata untuk mempertahankan habitat alami orangutan dan satwa liar lainnya.
Menurut Jamartin, dampak asap akibat karhutla yang dirasakan orangutan menjadi gambaran mengenai ancaman yang lebih luas terhadap satwa yang hidup di dalam hutan. Karena itu, kawasan hutan yang masih menjadi habitat satwa perlu dijaga agar tidak dialihkan untuk kepentingan lain.
Ia juga mengusulkan agar kawasan berhutan yang secara tata ruang masih memungkinkan untuk dialihfungsikan mendapat perlindungan tambahan apabila kawasan tersebut terbukti menjadi habitat satwa liar.
Jamartin menilai perhatian pemerintah terhadap isu konservasi sudah menunjukkan perkembangan positif dibandingkan sebelumnya. Namun, ia menekankan masih diperlukan penguatan kebijakan dan perlindungan di lapangan.
"Yang ada sekarang, menurut kami sudah lebih baik dari sebelumnya, tetapi harus ditingkatkan," katanya.
Wapres Gibran Tinjau Kondisi Orangutan
Sebelumnya, Wapres Gibran mengunjungi fasilitas rehabilitasi orangutan di Kalimantan Tengah. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung kondisi sejumlah orangutan yang terdampak asap karhutla.
Jamartin mengapresiasi kunjungan tersebut karena dinilai memberikan kesempatan kepada Wapres untuk melihat secara langsung aktivitas konservasi dan penanganan satwa terdampak.
"Kami berpikir, seeing is believing. Beliau melihat langsung teman-teman kami bekerja memperhatikan orangutan dan bagaimana kami merawat mereka walaupun ada asap," kata Jamartin.
Dalam kunjungan itu, Gibran juga melihat orangutan yang mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan bantuan nebulizer. BOSF turut menyampaikan bahwa pihaknya telah memperoleh dukungan dari Kementerian Kehutanan berupa nebulizer, oksigen, serta sejumlah perlengkapan pemadam kebakaran.
Jamartin menyebut perhatian Gibran tidak hanya tertuju pada orangutan, tetapi juga mencakup satwa liar secara lebih luas.
"Dari apa yang beliau lihat dan dari pengalaman kami, beliau memberikan perhatian yang cukup besar terhadap satwa liar, tidak hanya orangutan," ujarnya.