Pejabat AS Ungkap Pertimbangan Keamanan Di Balik Perjalanan Trump Dari Turki

Oleh Zahra Zahwa pada 10 Jul 2026, 14:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih meninggalkan Turki menggunakan pesawat kepresidenan lama usai menghadiri KTT NATO di Ankara. Sementara itu, jet baru yang merupakan hadiah dari Qatar diterbangkan lebih dahulu menuju Inggris.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebut keputusan tersebut didorong oleh pertimbangan keamanan. Kekhawatiran meningkat setelah konflik dengan Iran kembali memanas.

Dua pejabat mengatakan tim pengamanan lebih percaya pada pesawat lama. Pesawat itu sejak awal dirancang khusus untuk melindungi presiden Amerika Serikat dalam berbagai situasi.

Sebaliknya, jet hadiah dari Qatar baru saja menjalani proses modifikasi setelah diserahkan kepada pemerintah Amerika Serikat. Karena itu, tim keamanan menilai pesawat lama menjadi pilihan yang lebih aman untuk membawa Trump.

Meski begitu, para pejabat menegaskan tidak ada ancaman baru yang secara khusus menargetkan Trump. Namun, situasi keamanan tetap menjadi perhatian setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terbaru ke Iran.

Saat menghadiri KTT NATO, Trump juga menyinggung kemungkinan dirinya menjadi sasaran pembunuhan oleh Iran. Ia menyatakan dirinya berada di posisi teratas dalam daftar target.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Selain itu, lokasi Turki yang berbatasan dengan Iran membuat aspek keamanan selama perjalanan presiden mendapat perhatian lebih besar.