JAKARTA, Cobisnis.com - Pemilik KMP Virgo Transport 8 memastikan akan memenuhi hak para korban kecelakaan kapal. Selain membantu proses kepulangan korban ke daerah masing-masing, perusahaan juga tengah menyiapkan tali asih yang nominalnya masih dihitung.
Juru Bicara pemilik KMP Virgo Transport 8, Simson Fransiscus Riki, menyebut sejumlah upaya penanganan telah dilakukan perusahaan sejak insiden terjadi. Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemilik kapal terhadap para korban.
"Bukan pernyataan saja kami, tapi aksi yang sudah kami lakukan dari awal sampai dengan saat ini. Kami tidak pernah menjanjikan apa yang akan dilakukan, tetapi sudah melakukan apa yang harus kami buat dari hari pertama kejadian," ujar Simson, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (19/9/26).
Mengenai informasi korban selamat yang disebut dikeluarkan dari hotel di Banjarmasin, Simson memberikan klarifikasi.
Menurut dia, para korban tidak diusir dari tempat penginapan. Kepulangan mereka dilakukan setelah sejumlah korban menyampaikan keinginan untuk kembali ke daerah asal dan berkumpul dengan keluarga.
"Pihak owner sejak awal telah memfasilitasi kepulangan korban menggunakan kapal laut, namun korban menyampaikan trauma untuk kembali menggunakan transportasi laut, sehingga meminta dukungan tambahan agar dapat kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Simson juga meluruskan kabar mengenai tali asih senilai Rp500 ribu. Ia menyatakan angka tersebut belum menjadi keputusan resmi dari pihak pemilik kapal. Besaran bantuan masih disesuaikan dengan hasil perhitungan perusahaan.
"Dari pihak kami juga sudah siapkan lagi tali asihnya yang angkanya segera akan kami rilis, karena kami masih berhitung semuanya," ucap Simson.
Ia menjelaskan bantuan sementara untuk mendukung kepulangan korban dari Banjarmasin diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Di sisi lain, pemilik kapal sedang menyiapkan bantuan tambahan yang akan diumumkan setelah nominalnya ditentukan.
Untuk korban yang telah kembali ke daerah asal, perusahaan tetap melakukan pendataan. Pihak pemilik juga telah mengumpulkan nomor rekening korban sebagai bagian dari proses pemenuhan hak mereka.
"Yang sudah pulang kami sudah catat, sudah data, dan sudah kami mintakan nomor rekening masing-masing untuk kami selesaikan, untuk mereka punya hak," ujar Simson.
Sementara itu, keluarga korban yang masih berada di Banjarmasin tetap mendapatkan dukungan berupa konsumsi dan akomodasi.
Pemilik kapal juga berkoordinasi dengan Pelindo mengenai fasilitas yang dapat digunakan keluarga korban di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Terkait surat yang beredar dan mencantumkan nominal serta persyaratan tertentu untuk pemberian tali asih, Simson menyatakan dokumen tersebut tidak benar.
Surat yang mencantumkan materai Rp10.000 itu disebut bukan berasal dari pihak pemilik kapal.
KMP Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang.
Dalam perjalanan, kapal menghadapi cuaca buruk dan kemudian kehilangan kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Basarnas mencatat hingga Kamis (17/9) pukul 22.00 WITA, sebanyak 114 orang telah ditemukan dalam operasi pencarian. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Adapun 129 orang lainnya masih belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KMP Virgo Transport 8.