Pemprov DKI Pertimbangkan Kenaikan Tarif Tiket Ragunan

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Sep 2026, 10:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang untuk menaikkan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan. Usulan tersebut kini tengah dipertimbangkan oleh Pemprov DKI.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri menyampaikan adanya rekomendasi kenaikan tarif saat meninjau Pameran Flona Jakarta pada Jumat (4/9).

"Usulannya ada pak, hasil dari kajian Universitas Indonesia sebesar Rp10 ribu, pak" kata Fajar kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, usulan tersebut belum diterimanya secara langsung. Namun, ia menyatakan akan mengkaji kemungkinan penyesuaian harga tiket Ragunan.

"Kebetulan usulannya belum sampai di saya, tetapi saya akan mempertimbangkan. Kalau toh ada penyesuaian jangan kemudian memberatkan bagi pengunjung," ujar Pramono, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (5/9/26).

Menurut Pramono, tarif masuk Ragunan saat ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan sejumlah kebun binatang lain, khususnya yang berada di ibu kota negara.

"Tapi, memang ragunan itu dibandingkan dengan kebun-kebun binatang di mana saja, terutama di ibukota negara itu terlalu murah banget. Sayatermasuk yang kemudian masih mempertahankan murah," ucapnya.

Sebelumnya, Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Taman Margasatwa Ragunan telah menyetujui rencana perubahan tarif masuk. Harga tiket yang sebelumnya Rp4.000 diusulkan menjadi Rp10.000 per pengunjung.

Saat ini, sebagian besar biaya operasional Ragunan masih ditopang APBD DKI Jakarta. Dari kebutuhan operasional yang mencapai sekitar Rp160 miliar setiap tahun, sekitar 70 persen masih berasal dari anggaran daerah.

Sementara itu, pemasukan yang diperoleh secara mandiri oleh pengelola Ragunan masih berada di kisaran Rp30 miliar per tahun.

Rencana penyesuaian tarif diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap subsidi APBD. Selain itu, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Ragunan beralih menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang lebih mandiri.

Apabila diterapkan, perubahan harga tersebut akan menjadi kenaikan tarif pertama Taman Margasatwa Ragunan dalam kurun waktu sekitar dua dekade.