JAKARTA, Cobisnis.com – Saham SMLE menjadi sorotan seiring perubahan struktur kepemilikan dan rencana perseroan menyambut investor strategis baru. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk mencatat pergeseran kepemilikan setelah pemegang saham pengendali melakukan divestasi bertahap sepanjang 2026.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham per 31 Agustus 2026, PT Sinergi Asia Corporindo yang dikendalikan Direktur Utama SMLE Siu Min memegang 56,73 persen saham atau sekitar 1,32 miliar lembar. Porsi tersebut menurun dari sebelumnya yang berada di atas 72 persen setelah rangkaian divestasi dilakukan sepanjang tahun berjalan.
Sebagian saham yang dilepas kemudian dimiliki investor perorangan Ferdiansyah dengan kepemilikan 144,33 juta lembar atau 6,20 persen. Ferdiansyah disebut sebagai investor perorangan domestik terbesar di luar pemegang saham pengendali utama berdasarkan data tersebut.
Restrukturisasi kepemilikan juga meningkatkan porsi saham publik SMLE menjadi 34,57 persen atau sekitar 802,98 juta lembar yang tersebar pada 2.905 pemegang saham. Di antara pemegang saham publik tersebut terdapat Njono Sampoerno dengan kepemilikan 84,23 juta lembar atau 3,62 persen.
Data kepemilikan turut mencatat posisi sejumlah institusi asing dan reksa dana, antara lain Phillip Securities Pte Ltd sebesar 4,31 persen, UOB Kay Hian Pte Ltd sebesar 3,80 persen, CGS International Securities Singapore sebesar 2,78 persen, serta Reksa Dana OSO Moluccas Equity Fund sebesar 1,21 persen. SMLE juga disebut telah menerima Letter of Interest dari perusahaan investasi yang berminat masuk sebagai investor strategis, meski detail mengenai calon investor tersebut belum disampaikan.
Di sisi bisnis, SMLE tengah menyiapkan pembentukan usaha patungan atau joint venture dengan mitra asal China yang memiliki keahlian di bidang material biodegradable. Kerja sama tersebut dirancang dengan menggabungkan teknologi manufaktur mitra China dan jaringan distribusi nasional SMLE untuk membidik pasar plastik mudah terurai di dalam negeri.
SMLE juga mulai menggeser fokus pertumbuhan bisnis dari distribusi bahan baku menuju produk dan solusi bernilai tambah melalui empat divisi utama. Keempatnya mencakup bahan baku makanan, perawatan diri dan kosmetik, kimia industri, serta wewangian yang menjadi bagian dari roadmap bisnis perseroan 2026–2027.
Dalam Public Expose LIVE 2026 yang digelar 7–11 September 2026 di Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama SMLE Siu Min menyampaikan strategi pengembangan lini food ingredients. Perseroan mendorong produk protein susu fungsional, perisa alami, pelapis untuk permen dan cokelat, pewarna alami, serta kemitraan untuk produk probiotik, pascabiotik, protein susu kambing, dan solusi penetral rasa pahit.