Pengiriman Smartphone Anjlok, Samsung dan Apple Tetap Unggul

Oleh Desti Dwi Natasya pada 14 Oct 2026, 11:30 WIB

Pengiriman smartphone global turun 20% pada kuartal III 2026 akibat kelangkaan memori, sementara Samsung dan Apple memperbesar pangsa pasar.

JAKARTA, Cobisnis.com - Pengiriman smartphone global merosot 20% secara tahunan pada kuartal III 2026, menjadikannya periode kuartal ketiga terlemah dalam 14 tahun terakhir akibat kelangkaan komponen memori dan kenaikan biaya produksi.

Laporan awal Counterpoint Research yang dirilis pada 12 Oktober 2026 mencatat penurunan tersebut terjadi sepanjang Juli hingga September, ketika kenaikan harga komponen menekan pasokan dan daya beli konsumen.

Di tengah pelemahan pasar, Samsung mempertahankan posisi teratas dengan pangsa pasar 23%, meningkat dari 19% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja pangsa pasar Samsung didukung permintaan awal terhadap ponsel lipat terbarunya, termasuk Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8, serta ketersediaan komponen yang relatif stabil untuk sejumlah perangkat kelas menengah.

Apple berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 22%, naik dari 18% pada kuartal III 2025, sekaligus menjadi pertama kalinya perusahaan tersebut mencatat pangsa pasar di atas 20% pada periode kuartal ketiga.

Meski pangsa pasarnya meningkat, pengiriman kedua perusahaan tetap mengalami penurunan secara tahunan, menunjukkan bahwa kenaikan pangsa pasar tidak berarti penjualan unit mereka tumbuh di tengah kontraksi industri.

Sebaliknya, sejumlah produsen asal China kehilangan pangsa pasar. Xiaomi mencatat 10%, turun dari 14% pada tahun sebelumnya, sedangkan Oppo turun dari 12% menjadi 9% dan vivo melemah dari 9% menjadi 8%.

Counterpoint Research mengidentifikasi kelangkaan pasokan memori, terutama DRAM dan NAND, sebagai salah satu faktor utama yang menekan industri smartphone global.

Kenaikan biaya komponen mendorong produsen menaikkan harga ritel smartphone global sekitar 20% sepanjang 2026, sehingga segmen ponsel kelas pemula hingga menengah menghadapi tekanan lebih besar.

Di sisi lain, permintaan perangkat premium dinilai relatif lebih tahan terhadap kenaikan harga dibandingkan segmen yang sensitif terhadap perubahan biaya.

Menghadapi kondisi tersebut, produsen diperkirakan semakin mengutamakan profitabilitas daripada volume pengiriman dengan mengurangi produksi, menyederhanakan portofolio produk, serta memusatkan perhatian pada perangkat kelas atas.

Counterpoint memperkirakan tekanan terhadap industri masih berlanjut hingga akhir 2026, selama biaya komponen tetap tinggi dan pasokan memori belum membaik secara berarti.