Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

Oleh Weldon Darmawan pada 16 Oct 2026, 10:43 WIB

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menerima Penghargaan Primaniyarta 2026, kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur dari Kementerian Perdagangan.

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menerima Penghargaan Primaniyarta 2026, kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur dari Kementerian Perdagangan. Penghargaan ini menilik kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kinerja perdagangan luar negeri dan memperluas pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi produk nasional di pasar global.

Penghargaan diterima Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Andik Cahyanto Budiarto, pada Pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Banten, Rabu (14/10/2026).

Diungkapkan Andik, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat kinerja bisnis, dengan tetap mengedepankan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri. Salah satu capaian penting Pupuk Kaltim, yakni pengiriman urea ke Australia dalam skema Government to Government (G2G) pada Mei 2026.

Pengiriman perdana sebanyak 47.250 ton urea dari Bontang, menjadi bagian dari target ekspor bertahap sebesar 250.000 ton hingga akhir tahun. Hal ini sekaligus menandai dimulainya kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Australia, dalam memperkuat rantai pasok pupuk di kawasan Asia Pasifik.

Langkah itu pun menunjukkan peluang produk manufaktur Indonesia mampu berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional, termasuk memperluas kerja sama perdagangan regional.

"Bagi Pupuk Kaltim, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan kapasitas produksi, serta memperkuat posisi di tengah dinamika industri global," ucap Andik, usai menerima penghargaan.

Menurut Andik, keseimbangan antara penguatan pasar ekspor dan pemenuhan kebutuhan domestik merupakan aspek penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis Pupuk Kaltim. Perusahaan terus mengoptimalkan kapasitas produksi, memperkuat efisiensi, dan menjaga kesiapan distribusi agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri manufaktur serta sektor pertanian Indonesia.

"Dari hal itu, pasar internasional dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengesampingkan mandat perusahaan dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional," ucap Andik.

Tercatat hingga 30 September 2026, Pupuk Kaltim mencapai realisasi produksi yang solid. Terdiri dari Ammonia mencapai 2.171.024 ton atau 79,23 persen dari target, urea 2.812.801 ton atau 81,29 persen, serta NPK sebesar 263.457 ton atau 82,07 persen.

Capaian tersebut mencerminkan keberlanjutan operasional perusahaan dalam menghasilkan produk manufaktur untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian dan industri. Sejalan dengan itu, Pupuk Kaltim juga memastikan ketersediaan pupuk dalam memenuhi kebutuhan petani dalam negeri.

Saat ini stok pupuk di gudang produsen lini I berada dalam kondisi aman dan mencukupi, dengan total lebih dari 245 ribu ton yang disiapkan untuk mendukung musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027. Terdiri dari 236.417 ton urea dan 8.658 ton NPK.

"Kesiapan stok menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kesinambungan pasokan, sehingga aktivitas produksi dan ekspor tetap sejalan dengan kebutuhan pupuk nasional," lanjut Andik.

Penghargaan Primaniyarta pun menjadi dorongan bagi Pupuk Kaltim untuk memperluas kontribusi dalam perdagangan internasional, dengan menjadikan keunggulan operasional, kualitas produk, dan keandalan pasokan sebagai modal utama. Dari upaya tersebut, Pupuk Kaltim berkomitmen memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus menjalankan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.

"Pupuk Kaltim akan terus mengoptimalkan kapasitas produksi dan menjaga kesiapan distribusi agar makin memberikan kontribusi nyata bagi industri manufaktur serta sektor pertanian Indonesia secara berkelanjutan," tambah Andik.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima Penghargaan Primaniyarta 2026, yang dinilai telah berkontribusi dalam memperkuat kinerja ekspor dan daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Capaian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ekspor nasional, meningkatkan nilai tambah produk, serta mendorong produk Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan, hilirisasi dan industrialisasi menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Upaya tersebut perlu diiringi perluasan akses pasar melalui perjanjian perdagangan internasional, penyederhanaan prosedur ekspor, kemudahan pembiayaan, serta promosi produk secara lebih intensif.

Dengan demikian, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan terintegrasi dalam rantai pasok global, sehingga setiap kebijakan dan kerja sama perdagangan mampu memberi manfaat nyata bagi perekonomian dan masyarakat.

"Pada akhirnya, strategi ekonomi berdikari bertujuan membangun perekonomian Indonesia yang kuat, mandiri, inklusif, dan berdaya saing. Kita ingin memastikan kekayaan bangsa menjadi kekuatan bagi kemajuan Indonesia, serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat," tutup Bahlil.