Posisi Indonesia Menguat, Prabowo Sebut Negara Tetangga Kini Datang Minta Beli Beras

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 17 May 2026, 06:27 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia kini mulai dilirik sejumlah negara sebagai pemasok beras di tengah krisis pangan global. Hal itu terjadi setelah beberapa negara produsen besar menghentikan ekspor komoditas pangan mereka.

Dalam peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo mengatakan India dan Bangladesh baru saja menutup ekspor beras, jagung, serta gandum. Situasi tersebut membuat banyak negara mulai mencari sumber pasokan baru, termasuk dari Indonesia.

Prabowo mengungkapkan ada sejumlah negara yang sudah datang langsung untuk meminta pasokan beras nasional. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan posisi Indonesia dalam sektor pangan mulai diperhitungkan di tingkat global.

Meski begitu, pemerintah menegaskan ekspor tidak akan dilakukan secara sembarangan. Prabowo meminta kebutuhan masyarakat dalam negeri tetap diprioritaskan dan harga jual beras Indonesia tidak ditekan terlalu murah demi pasar ekspor.

Ia bahkan menyinggung adanya permintaan diskon besar dari beberapa negara pembeli. Permintaan tersebut langsung ditolak karena pemerintah tidak ingin petani Indonesia dirugikan hanya demi mengejar penjualan ke luar negeri.

Prabowo juga meminta Perum Bulog dan Kementerian Pertanian berhati-hati menjaga stok nasional. Menurutnya, ancaman krisis pangan dunia masih cukup besar sehingga ketahanan pangan Indonesia harus tetap menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya menyebut produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton dan berada dalam kondisi surplus. Pemerintah optimistis capaian tersebut bisa menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung ekonomi desa lewat program Koperasi Merah Putih.