JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah terus mempercepat upaya pengurangan antrean haji di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada percepatan masa tunggu jemaah.
Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Tim Pengawas Haji, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan antrean yang sebelumnya mencapai 35–40 tahun kini turun menjadi sekitar 26 tahun.
Namun, pemerintah belum berhenti pada capaian tersebut. Prabowo meminta kementerian terkait menyusun langkah baru agar calon jemaah bisa berangkat lebih cepat.
Menurut Cucun, Presiden menilai percepatan antrean perlu menjadi agenda jangka panjang. Karena itu, pemerintah diminta memperkuat koordinasi dan mencari skema yang lebih efektif.
Selain mempercepat keberangkatan, DPR juga mengawal pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Langkah ini bertujuan menjaga biaya haji tetap lebih efisien.
Sementara itu, evaluasi juga menyentuh proses keberangkatan jemaah. Pemerintah memperkuat sistem imigrasi agar proses berjalan lebih tertib dan mencegah keberangkatan yang tidak sesuai aturan.
Di sisi layanan, pemerintah mencatat peningkatan kualitas akomodasi. Sejumlah jemaah reguler mendapat penginapan yang lebih dekat dengan area ibadah di Madinah.
Selain itu, pemerintah meningkatkan layanan konsumsi selama pelaksanaan ibadah haji. Tim terkait menyesuaikan menu agar lebih sesuai dengan preferensi jemaah Indonesia.
Meski begitu, pemerintah tetap membuka ruang evaluasi. Prabowo meminta seluruh pihak menjaga capaian yang sudah berjalan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Setelah itu, pemerintah dan DPR akan melanjutkan koordinasi untuk menyusun langkah lanjutan. Tujuannya agar penyelenggaraan haji semakin efektif dan memberi manfaat lebih besar bagi jemaah.