JAKARTA, Cobisnis.com – Warga di sejumlah wilayah Indonesia diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada 11–12 Mei 2026. Peringatan tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui data peringatan dini cuaca terbaru.
BMKG memprediksi beberapa daerah berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai angin kencang. Wilayah yang diperkirakan terdampak tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Pada Senin (11/5/2026), wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Maluku masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, sejumlah daerah lain diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat.
Daerah yang berstatus waspada hujan sedang-lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Timur. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Meski demikian, belum ada wilayah yang masuk kategori awas hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Memasuki Selasa (12/5/2026), potensi hujan sangat lebat diprediksi terjadi di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jawa Tengah. Sementara Jawa Barat dan sejumlah wilayah Indonesia timur masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Wilayah lain yang diprediksi diguyur hujan meliputi Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Beberapa daerah di Papua juga diperkirakan mengalami kondisi cuaca serupa.
Pada hari yang sama, BMKG mengingatkan potensi angin kencang di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, genangan, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas akibat cuaca buruk.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi. Langkah antisipasi dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem.