JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI meninjau kesiapan tenda jemaah haji Indonesia di Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026. Peninjauan dilakukan di kawasan tenda milik Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait) yang disiapkan untuk menampung sekitar 103 ribu jemaah.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heryawan, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai fasilitas di lokasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah wukuf di Arafah.
“Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya,” ujar Ian, dikutip dari laman resmi Kemenhaj, Senin (10/5/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan, sejumlah fasilitas diketahui masih dalam tahap penyelesaian. Meski demikian, pihak penyedia layanan disebut menargetkan seluruh persiapan selesai dalam lima hari ke depan.
Ian menjelaskan, setiap tenda memiliki luas sekitar 300 meter persegi dan mampu menampung sekitar 238 tempat tidur. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah dapat menjalani ibadah dengan aman dan nyaman.
“Kami ingin memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat,” katanya.
Untuk memudahkan penempatan, setiap tenda nantinya akan dilengkapi informasi kapasitas, daftar kloter, hingga nama jemaah yang menempatinya. Sistem tersebut diharapkan membantu proses distribusi jemaah berjalan lebih tertata.
Ian menuturkan, pengisian tenda kemungkinan tidak selalu berdasarkan satu kloter penuh. Hal tersebut disebabkan kapasitas tiap tenda berbeda dengan jumlah jemaah dalam setiap kloter.
“Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi,” jelas Ian.
Meski demikian, penempatan jemaah akan tetap diatur agar tidak berjauhan, khususnya bagi jemaah lanjut usia. Pemerintah juga memastikan fasilitas lansia dan penyandang disabilitas telah disesuaikan, termasuk toilet dan kamar mandi.
Selain itu, Kemenhaj memastikan ketersediaan air mulai berfungsi di beberapa titik meski belum merata di seluruh area. Pemerintah bersama tim Kantor Urusan Haji dan petugas daerah kerja akan terus melakukan pengecekan hingga seluruh fasilitas dinyatakan siap digunakan.