JAKARTA, Cobisnis.com — Insiden penganiayaan terhadap petugas SPBU terjadi di SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu malam sekitar pukul 22.22 WIB. Peristiwa ini bermula saat seorang pelanggan memaksa mengisi BBM subsidi jenis Pertalite meski data kendaraan pada sistem barcode tidak sesuai.
Pengawas SPBU, Hendra, menjelaskan bahwa sesuai aturan, kendaraan yang ingin mengisi BBM subsidi wajib menunjukkan barcode terdaftar. Saat dilakukan pemindaian, nomor pelat kendaraan memang cocok, namun foto kendaraan pada data sistem berbeda dengan mobil yang datang.
Petugas SPBU pun menolak pengisian BBM karena ketidaksesuaian data tersebut. Meski sudah diberikan penjelasan, pelanggan tetap memaksa. Situasi memanas hingga berujung dugaan pemukulan terhadap petugas.
Akibat kejadian itu, tiga petugas SPBU menjadi korban, yakni Anam (pengawas), Lukman (operator yang pertama melayani), serta Abud (operator yang sudah selesai bertugas namun datang membantu saat keributan terjadi).
Saksi menyebut pemukulan terjadi lebih dari satu kali. Bahkan, salah satu korban sempat dikejar oleh pelaku berkeliling area SPBU. Dalam mobil tersebut terdapat tiga orang, namun hanya satu yang turun dan melakukan kekerasan. Sopir sempat mencoba melerai dan meminta maaf, namun emosi pelaku tak mereda.
Dalam video yang beredar di media sosial, pelaku sempat mengaku sebagai aparat kepolisian. Namun, pihak kepolisian membantah klaim tersebut.
Polda Metro Jaya memastikan bahwa pelaku bukan anggota Polri, melainkan warga sipil yang berprofesi sebagai wirausaha. Pelaku telah diamankan dan saat ini diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur.
Selain itu, hasil tes urine menunjukkan pelaku berinisial JM (31) positif menggunakan narkotika jenis sabu dan ganja. Pelaku kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta bijak dalam menyikapi dan menyebarkan berita di media sosial.