Profil Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK

Oleh Desti Dwi Natasya pada 03 Mar 2026, 13:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar mengejutkan datang dari Jawa Tengah setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Pekalongan pada Selasa (3/3/2026). Dalam operasi tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq turut diamankan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa tim penyelidik mengamankan sejumlah pihak dalam kegiatan penindakan tersebut, termasuk kepala daerah.

Selanjutnya, Fadia bersama pihak lain dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring.

Dari Dunia Hiburan ke Pemerintahan

Sebelum dikenal sebagai kepala daerah, Fadia Arafiq lebih dulu dikenal publik sebagai penyanyi dangdut. Perempuan kelahiran Jakarta, 23 Mei 1978 ini merupakan putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq.

Memiliki nama asli Laila Fathiah, ia sempat meramaikan industri musik dangdut pada awal 2000-an lewat lagu “Cik Cik Bum Bum”. Namanya cukup populer di kalangan penikmat musik dangdut Tanah Air. Ia juga merupakan kakak dari aktris Fairuz A Rafiq.

Dalam kehidupan pribadinya, Fadia menikah dengan penyanyi asal Malaysia, M. Ashraff Abu atau Ashraff Khan, yang dikenal melalui lagu “Sarmila” dan “Gembala Cinta”. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai enam anak.

Karier Politik yang Terus Menanjak

Perjalanan politik Fadia dimulai saat ia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono. Setelah itu, ia aktif di berbagai organisasi politik dan kepemudaan.

Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016–2021) serta Ketua KNPI Jawa Tengah pada periode yang sama.

Kariernya mencapai puncak ketika ia terpilih sebagai Bupati Pekalongan untuk periode 2021–2026. Kepercayaan publik berlanjut dengan keberhasilannya kembali memenangkan jabatan untuk periode 2025–2030.

Latar Belakang Pendidikan

Di luar dunia hiburan dan politik, Fadia dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang, kemudian melanjutkan S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang, dan meraih gelar doktor dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Gelar akademik tersebut menjadi bagian dari transformasinya dari artis menjadi pemimpin daerah dengan latar pendidikan manajerial.

Program dan Gaya Kepemimpinan

Selama memimpin Kabupaten Pekalongan, Fadia dikenal dengan pendekatan kerja cepat atau “tancap gas”. Ia langsung menjalankan berbagai program prioritas tanpa menunggu 100 hari kerja.

Beberapa program yang menonjol di antaranya perbaikan infrastruktur melalui program Dalan Alus Rejeki Mulus, gerakan Kudu Sekolah untuk memperluas akses pendidikan termasuk pembagian seragam gratis, layanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP, serta pemberdayaan ekonomi digital bagi generasi muda melalui pelatihan dan pemanfaatan platform e-commerce.

Memasuki periode keduanya, ia sempat menyampaikan komitmen untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menuntaskan proyek pembangunan yang belum rampung. Namun, proses hukum yang kini berjalan di KPK membuat arah kepemimpinannya sementara berada dalam ketidakpastian.