Purbaya Minta Dana Rp3 Miliar Kopdes Merah Putih Diprioritaskan untuk Operasional

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 16 Jul 2026, 11:07 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan modal sebesar Rp3 miliar untuk setiap Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh hanya dihabiskan untuk pembangunan fisik. Dana tersebut juga harus digunakan untuk mendukung operasional koperasi agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurut Purbaya, modal Rp3 miliar berasal dari pinjaman pemerintah kepada Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara. Skema tersebut disiapkan agar koperasi memiliki pembiayaan yang cukup sejak awal beroperasi.

Ia menilai nilai modal tersebut tergolong besar untuk membangun satu gerai koperasi. Karena itu, sebagian dana seharusnya masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan operasional setelah pembangunan selesai.

Purbaya mengatakan masih ada kemungkinan dana pinjaman yang belum digunakan. Dana tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal operasional apabila memang diperlukan oleh masing masing koperasi.

Meski demikian, Purbaya menegaskan penggunaan anggaran bukan menjadi kewenangannya. Pengelolaan dana tetap berada di tangan pengelola koperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia hanya mengingatkan agar dana yang tersedia dimanfaatkan secara efisien. Berdasarkan perhitungannya, modal Rp3 miliar dinilai sudah cukup untuk mendukung pembangunan sekaligus kegiatan operasional.

Purbaya juga menjelaskan peran Kementerian Keuangan dalam program Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah bertanggung jawab menyiapkan skema pembayaran cicilan pinjaman kepada bank bank Himbara.

Skema pembayaran dilakukan secara bertahap selama enam tahun. Sumber pembayarannya berasal dari alokasi Dana Desa yang disalurkan pemerintah.

Menurut Purbaya, sekitar dua pertiga Dana Desa akan digunakan untuk membayar cicilan pinjaman tersebut. Dengan mekanisme itu, risiko fiskal pemerintah dinilai tetap terkendali.

Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa melalui akses pembiayaan dan pengembangan usaha. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pengelolaan modal yang efektif dan produktif.