JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pendanaan program Koperasi Desa Merah Putih senilai Rp240 triliun telah tersedia. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi mencari anggaran, melainkan memastikan pelaksanaan program berjalan bersih dan bebas dari korupsi.
Purbaya menjelaskan dana sebesar Rp240 triliun tersebut akan digelontorkan selama enam tahun. Sumber pendanaannya berasal dari pinjaman Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara yang cicilannya ditanggung pemerintah.
Ia mengatakan pembayaran pokok dan bunga pinjaman dilakukan secara bertahap sesuai jumlah koperasi yang mulai beroperasi. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp40 triliun setiap tahun.
Menurut Purbaya, dengan skema tersebut persoalan pendanaan sudah tidak menjadi hambatan. Pemerintah kini lebih fokus memastikan tata kelola program berjalan rapi dengan kebocoran anggaran yang seminimal mungkin.
Selain membayar cicilan pinjaman, pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional pada masa awal pembentukan koperasi. Bantuan tersebut meliputi pelatihan, pembinaan, hingga pembayaran gaji pegawai selama sekitar satu sampai dua tahun pertama.
Pemerintah berharap setelah masa pendampingan berakhir, setiap koperasi mampu beroperasi secara mandiri. Langkah ini dinilai penting agar Kopdes Merah Putih memiliki fondasi bisnis yang kuat.
Purbaya optimistis koperasi tersebut memiliki prospek keuntungan yang menjanjikan. Pasalnya, pemerintah telah memutuskan seluruh barang bersubsidi akan disalurkan melalui jaringan Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan menciptakan sumber pendapatan yang stabil bagi koperasi. Namun, ia menegaskan keuntungan itu hanya bisa tercapai apabila pengelolaannya dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik korupsi.
Menanggapi isu dugaan markup pengadaan mobil pikap untuk Kopdes Merah Putih, Purbaya menyebut pemerintah belum melakukan audit khusus. Alasannya, program masih berada dalam tahap pelaksanaan dan belum ditemukan indikasi pelanggaran.
Meski begitu, pemerintah memastikan seluruh program bernilai besar tetap berada dalam pengawasan ketat. Pemeriksaan akan dilakukan melalui audit acak maupun pemeriksaan menyeluruh untuk membantu pelaksanaan program berjalan lebih tertib dan akuntabel.