Kabar duka tersebut disampaikan Istana Kerajaan Norwegia melalui pernyataan tertulis pada Jumat (28/8/2026).
"Dengan penuh rasa duka cita mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja Harald telah meninggal dunia hari ini. Raja Harald menghembuskan napas terakhir secara damai di Oslo University Hospital pada Jumat, 28 Agustus, pada 06.35 pagi," bunyi pernyataan istana kerajaan seperti dikutip dari berbagai sumber, Jumat (28/08/2026).
Harald meninggal sehari setelah istana mengumumkan kondisinya yang memburuk dan menyebut sang raja berada dalam kondisi sangat serius.
Ia sebelumnya menjalani perawatan selama sekitar 10 hari akibat gangguan kurang darah akut atau anemia hemolitik.
Kondisi tersebut terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang untuk menggantikannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Harald juga menghadapi sejumlah masalah kesehatan, termasuk pemasangan alat pacu jantung.
Sang raja sebelumnya telah mengurangi sejumlah tugas resmi, tetapi berulang kali menyatakan tidak akan turun takhta.
Selama Harald menjalani perawatan di rumah sakit, Putra Mahkota Haakon menjalankan tugas sebagai wali raja.
Ratu Sonja dan Haakon juga membatalkan seluruh kegiatan kerajaan dan dilaporkan berada di sisi Harald.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store turut membatalkan perjalanan ke Jerman pada Kamis (27/8) karena kondisi kesehatan Harald yang memburuk.