JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat tengah menyiapkan sistem baru untuk memproses pengembalian tarif impor senilai sekitar 166 miliar dolar AS yang sebelumnya diberlakukan dalam kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump. Sistem otomatis tersebut disebut dapat mulai beroperasi dalam waktu sekitar 45 hari, menggantikan proses manual yang diperkirakan membutuhkan hingga 4 juta jam kerja.
Pengembalian dana ini menjadi isu besar setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan sebagian besar tarif global yang diberlakukan pemerintahan Trump. Dalam dokumen pengadilan terbaru, pejabat senior di US Customs and Border Protection menyatakan lembaganya sedang melakukan berbagai upaya untuk menyiapkan sistem otomatis yang memerlukan pengajuan data minimal dari para importir.
Lebih dari 330.000 importir di Amerika Serikat sebelumnya membayar tarif tersebut sebagai bagian dari agenda perdagangan agresif pemerintahan Trump. Perusahaan besar seperti Nintendo, Costco, dan FedEx termasuk di antara ribuan bisnis yang menggugat pemerintah demi mendapatkan pengembalian dana dari tarif yang kini dinyatakan tidak sah.
Dalam sistem baru yang dirancang, importir nantinya hanya perlu mengajukan deklarasi yang mencantumkan semua transaksi di mana mereka membayar tarif tersebut. Pemerintah kemudian akan memverifikasi data itu untuk menghitung jumlah pengembalian yang harus dibayarkan kepada masing-masing perusahaan.
Meski rencana ini dianggap sebagai perkembangan positif bagi pelaku usaha, belum ada kepastian kapan dana tersebut benar-benar akan dikembalikan. Bahkan setelah keputusan pengadilan, Trump sempat menyatakan proses hukum terkait pengembalian tarif bisa berlangsung hingga dua tahun, dan pembayaran kembali kepada perusahaan mungkin memerlukan waktu hingga lima tahun.