Robot Pembangun Rumah Bisa Bantu Atasi Krisis Perumahan

Oleh Zahra Zahwa pada 07 Mar 2026, 10:51 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak wilayah di dunia saat ini menghadapi krisis perumahan, terutama di kawasan perkotaan di mana permintaan rumah jauh melampaui ketersediaan. Kondisi ini membuat harga properti melonjak tinggi dan semakin sulit dijangkau masyarakat. Di negara seperti Inggris dan Amerika Serikat, masalah tersebut juga diperparah oleh berkurangnya tenaga kerja konstruksi karena banyak pekerja lama yang pensiun sementara jumlah pekerja baru tidak mencukupi.

Dewan Pelatihan Industri Konstruksi Inggris memperkirakan negara itu membutuhkan sekitar 250.000 pekerja tambahan pada 2028 untuk memenuhi target pembangunan rumah. Namun pada 2023, jumlah pekerja yang keluar dari industri justru lebih banyak dibandingkan yang masuk. Situasi ini mendorong perusahaan teknologi Inggris, Automated Architecture (AUAR), menghadirkan solusi berupa pabrik mikro portabel yang dapat memproduksi rangka kayu rumah secara otomatis.

Pabrik mikro tersebut berbentuk kontainer pengiriman yang ditempatkan langsung di lokasi pembangunan. Di dalamnya terdapat lengan robot yang mampu mengukur, memotong, dan memaku kayu menjadi panel dinding, lantai, dan atap rumah dengan panjang hingga 6,7 meter. Sistem ini juga sudah menyiapkan ruang untuk pintu, jendela, instalasi listrik, serta pipa. Setelah panel selesai dibuat, kontraktor hanya perlu memasangnya secara manual di lokasi.

Menurut salah satu pendiri AUAR, Mollie Claypool, teknologi ini tidak bertujuan menggantikan pekerja konstruksi, tetapi membantu menutup kekurangan tenaga kerja. Satu pabrik mikro bahkan dapat memproduksi panel untuk satu rumah dalam waktu sekitar satu hari, sementara proses yang sama biasanya memakan waktu hingga empat minggu jika dikerjakan oleh tim tukang kayu konvensional.

Selain lebih cepat, teknologi ini juga diklaim lebih murah dan ramah lingkungan. AUAR menyebut biaya produksinya sekitar 30% lebih murah dibandingkan metode rangka kayu tradisional, serta dapat mengurangi limbah material karena sistem AI akan menghitung cara paling efisien menggunakan kayu yang tersedia. Perusahaan yang berdiri sejak 2019 itu kini telah mengoperasikan beberapa pabrik mikro di Amerika Serikat dan Eropa, serta berencana memperluas pasar untuk membantu mengatasi kekurangan jutaan rumah di berbagai negara.