JAKARTA, Cobisnis.com – Lonjakan harga listrik di Amerika Serikat membuat banyak warga mulai memasang sistem panel surya sederhana secara mandiri atau DIY (do-it-yourself).
Menariknya, sebagian dari mereka melakukannya tanpa memberi tahu perusahaan utilitas listrik. Sistem yang dikenal sebagai plug-in solar ini sangat sederhana.
Pengguna cukup membeli panel surya kecil, memasangnya di balkon atau area rumah, lalu menghubungkannya ke stopkontak biasa menggunakan perangkat bernama microinverter.
Dengan cara ini, listrik dari sinar matahari langsung mengalir ke sistem listrik rumah, menjadikannya seperti pembangkit listrik mini pribadi.
Fenomena ini sebelumnya berkembang pesat di Jerman. Data dari otoritas jaringan negara tersebut menunjukkan sekitar 1,23 juta sistem panel surya balkon telah terpasang.
Bahkan laporan tahun 2025 dari SolarPower Europe memperkirakan jumlah sebenarnya bisa mencapai 4 juta unit karena banyak instalasi yang tidak terdaftar.
Regulasi di Jerman juga mendukung tren ini. Aturan di sana membatasi pemilik properti agar tidak bisa melarang penyewa memasang panel surya balkon.
Warga bahkan bisa membeli panel surya dengan mudah di toko seperti IKEA, dengan harga mulai sekitar 235 dolar AS. Sistem ini diperkirakan mampu menurunkan tagihan listrik rumah tangga sekitar 10% hingga 20%.
Inspirasi dari Jerman membuat anggota legislatif negara bagian Utah, Ray Ward, mengusulkan undang-undang yang mengizinkan warga menggunakan sistem plug-in solar tanpa perlu perjanjian khusus dengan perusahaan listrik.
RUU tersebut akhirnya disetujui secara bulat oleh parlemen negara bagian pada tahun lalu. Menurut Ward, banyak orang awalnya meragukan keamanan sistem ini dan khawatir dapat menyebabkan kebakaran atau kerusakan jaringan listrik.
Namun ia menilai pengalaman Jerman membuktikan teknologi tersebut relatif aman bila digunakan dengan benar.
Langkah Utah memicu gelombang pembahasan regulasi serupa di berbagai wilayah AS. Setidaknya 28 negara bagian, termasuk Washington, California, Oklahoma, dan South Carolina, sedang menyiapkan rancangan undang-undang untuk mempermudah penggunaan panel surya kecil tersebut.
Meski demikian, sejumlah perusahaan utilitas masih menyuarakan kekhawatiran terkait standar keamanan.
Risiko seperti kelebihan beban pada instalasi listrik rumah atau potensi sengatan listrik bagi pekerja jaringan menjadi salah satu isu yang perlu diatur lebih lanjut.
Pendukung energi terbarukan menilai panel surya balkon memang tidak akan mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik rumah tangga.
Namun teknologi ini dianggap sebagai langkah awal yang efektif untuk menekan tagihan listrik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan energi bersih.