Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat Berlanjut, Dua Masjid Palestina Jadi Sasaran

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 26 Jul 2026, 19:44 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah pemukim Israel dilaporkan menyerang beberapa desa Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat pada Minggu, 26 Juli 2026. Dalam serangan tersebut, dua masjid menjadi sasaran pembakaran dan sejumlah bangunan dicoret tulisan berbahasa Ibrani.

Menurut pejabat Palestina, insiden itu terjadi hanya dua hari setelah bentrokan di sekitar Desa Tal, sebelah barat daya Nablus. Bentrokan pada Jumat, 24 Juli 2026, menewaskan empat warga Palestina dan dua tentara Israel.

Salah satu masjid yang dibakar berada di Desa Qusra, tenggara Nablus. Kepala Dewan Desa Qusra, Abdel Azim Wadi, mengatakan masjid tersebut baru saja selesai dibangun sebelum menjadi sasaran serangan.

Ia menyebut para pelaku juga meninggalkan grafiti berbahasa Ibrani di dinding masjid. Tulisan itu antara lain berisi pesan balas dendam dan menyebut nama seorang warga Israel yang tewas dalam bentrokan sebelumnya.

Wadi mengatakan desanya telah beberapa kali menjadi sasaran serangan sejak 2011. Namun, menurutnya, intensitas serangan meningkat sejak perang di Gaza pecah.

Serangan serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Kour, tenggara Kota Tulkarm. Tiga orang diduga mencoba membakar masjid saat waktu subuh.

Beruntung, jemaah yang berada di lokasi berhasil memadamkan api sebelum merambat ke bangunan utama. Meski demikian, pelaku sempat mencoret dinding masjid dengan tulisan berbahasa Ibrani.

Militer Israel menyatakan pasukannya telah mendatangi lokasi di Qusra setelah menerima laporan. Mereka mengonfirmasi adanya grafiti dan bekas pembakaran serta menyebut penyelidikan sedang berlangsung untuk mencari pelaku.

Dalam pernyataannya, militer Israel mengecam tindakan perusakan tempat ibadah dan menegaskan aparat keamanan akan mengambil langkah untuk menjaga ketertiban di wilayah tersebut.

Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat sejak perang Gaza berlangsung. Di sisi lain, pemerintah Israel juga mengumumkan rencana penambahan pasukan dan perluasan permukiman, sementara Palestina tetap mendorong pembentukan negara merdeka yang mencakup Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.