Sering Makan Ingus, Apakah Bisa Membahayakan Anak?

Oleh Hidayat Taufik pada 14 Aug 2026, 09:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Kebiasaan anak memasukkan ingus ke mulut setelah mengorek hidung sering kali membuat orangtua merasa risih. Meski demikian, perilaku tersebut tergolong umum dan tidak otomatis menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Kebiasaan mengorek hidung sekaligus memakan lendir disebut mukofagi. Perilaku ini juga dapat ditemukan pada orang dewasa, meskipun lebih sering mendapat perhatian ketika dilakukan anak-anak.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 200 remaja di India pada 2001, hampir semua responden mengaku pernah mengorek hidung. Dari jumlah tersebut, sembilan orang mengatakan mereka memiliki kebiasaan memakan lendir hidung.

Sampai sekarang, alasan pasti seseorang mengonsumsi ingus belum banyak diteliti. Pada anak, perilaku ini diperkirakan berkaitan dengan rasa ingin tahu, kebiasaan, atau upaya menghilangkan rasa tidak nyaman di hidung.

Alasan Anak Gemar Makan Ingus

Ahli biologi evolusi Anne Claire Fabre mengatakan kepada Live Science bahwa perilaku mengonsumsi lendir juga pernah diamati pada beberapa spesies primata.

Ia menjelaskan, lendir hidung sebagian besar berasal dari udara yang terperangkap. Selain itu, terdapat sejumlah kandungan seperti protein, karbohidrat, dan garam.

“Ada kemungkinan hewan mendapatkan manfaat dari mengonsumsi komponen-komponen ini,” kata Fabre.

Meski demikian, hal tersebut belum cukup menjadi bukti bahwa manusia mendapatkan manfaat kesehatan dengan memakan ingus.

Pada anak-anak, kebiasaan tersebut dapat berawal dari keingintahuan terhadap tubuhnya sendiri. Proses belajar anak memang kerap dilakukan melalui aktivitas mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya.

“Anak-anak belajar dengan menjelajah dan terkadang, itu berarti menjelajahi diri mereka sendiri,” ujar Fabre.

Anak juga bisa mengorek hidung karena bagian tersebut terasa gatal atau terdapat lendir yang mengganggu. Setelah lendir berhasil dikeluarkan, rasa penasaran dapat membuat anak kemudian memasukkannya ke mulut.

Selain itu, tekstur dan rasa asin pada lendir mungkin menjadi alasan lain yang membuat sebagian orang tertarik. Pada kondisi tertentu, mengorek hidung juga bisa berubah menjadi kebiasaan yang dilakukan secara spontan atau sebagai bentuk kenyamanan diri.

Namun, hingga kini belum ada bukti kuat yang membuktikan bahwa memakan ingus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, orangtua tidak dianjurkan menganggap kebiasaan tersebut sebagai cara untuk meningkatkan daya tahan anak.

Apakah Makan Ingus Berbahaya?

Anak yang sesekali memakan ingus kemungkinan besar tidak langsung mengalami gangguan kesehatan akibat kebiasaan tersebut. Pasalnya, lendir yang diproduksi tubuh secara alami juga sebagian akan masuk dan tertelan tanpa disadari.

Meski begitu, kebersihan tetap perlu menjadi perhatian. Orangtua dapat membiasakan anak menggunakan tisu ketika membersihkan hidung dan mencuci tangan setelah menyentuh area wajah.

Daripada memarahi atau mempermalukan anak, orangtua sebaiknya memberikan pemahaman secara perlahan. Anak dapat diajarkan bahwa membersihkan hidung dengan cara yang bersih merupakan bagian dari menjaga kesehatan diri.