JAKARTA, Cobisnis.com - Jika setiap tidur malam kamu merasa tidak berkualitas, lalu di pagi harinya kamu merasa sakit kepala, lelah bahkan stres menghadapi hari, itu tandanya kamu bisa jadi mengalami stres kronis.
Dilansir dari laman indianexpress, Rabu (15/07/2026), stres kronis dapat mengacaukan kadar kortisol yang bisa membuat kamu lelah dan kehabisan energi sebelum kamu memulai hari dan melakukan aktivitas.
Menurut Rujata Diwekar, ahli nutrisi selebriti mengtakan kalau kadar kortisol bisa menyebabkan stres kronis yang bisa dipicu dengan beberapa kebiasaan buruk di pagi hari.
Kata Diwekar, kebiasaan buruk yang umum dilakukan banyak orang adalah tidak sarapan dengan mengonsumsi makanan sehat. Mereka lebih memilih minum kopi dan merokok.
"Tidak mengonsumsi makanan rumahan dan diet rendah karbohidrat. Lalu tidak sarapan dan malah minum kopi atau merokok," tegasnya.
Lebih lanjut menurut Dr. Sakshe Jain, konsultan psikiater di Ruby Hall Clinic, Pune, India menjelaskan bahwa kortisol yang disebut sebagai hormon stres diproduksi dan dilepaskan oleh kelenjar adrenal.
"Kadar kortisol dalam tubuh paling tinggi di pagi hari, mencapai puncaknya sekitar pukul 6 hingga 8 pagi, dan menurun sepanjang hari, mencapai tingkat terendah sekitar tengah malam," sambungnya.
Sementara CV Aishwarya, seorang ahli nutrisi klinis dan dosen di Sri Ramachandra Institute of Higher Education and Research, Chennai, mengatakan kalau ia setuju bahwa mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dapat meningkatkan kualitas tidur karena pelepasan serotonin yang dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, melewatkan sarapan dapat menyebabkan kadar kortisol yang tinggi yang berkontribusi pada efek terkait stres seperti peningkatan penyimpanan lemak dalam perut dan perkembangan resistensi insulin seiring waktu.
"Jadi mengonsumsi buah-buahan saat perut kosong dapat menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah karena bentuk gula alami yang dimilikinya (fruktosa), yang diubah oleh tubuh menjadi glukosa," katanya.
Untuk mengatasi hal ini, ia menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan dengan kandungan protein, lemak sehat, atau serat yang setara untuk membantu mencegah laju penyerapan glukosa dan mengurangi lonjakan glukosa darah, terutama setelah mengonsumsi buah-buahan yang tinggi gula.
Mengatur kadar kortisol di pagi hari memang dapat membantu menentukan suasana hati untuk hari yang lebih baik.
"Karena kadar kortisol secara alami paling tinggi di pagi hari, melakukan aktivitas yang membantu mengelola stres dan menjaga kadar kortisol tetap terkendali selama waktu ini dapat memengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan kesejahteraan secara keseluruhan sepanjang hari secara positif," jelas Dr. Jain.
Selain itu, Dr. Jain juga mengatakan kalau mendapatkan tidur berkualitas tidur malam yang nyenyak dapat membantu mengatur kadar kortisol, karena masalah tidur kronis dikaitkan dengan kadar kortisol yang lebih tinggi.
"Tidak hanya tidur malam yang berkualitas, berolahraga secara teratur juga membantu mengatur kadar kortisol. Dengan melakukan aktivitas fisik di pagi hari dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres, sehingga membantu menurunkan kadar kortisol seiring waktu," bebernya.
Lebih lanjut, Dr. Jain juga mengungkapkan dengan berlatih pernapasan juga bisa membantu menurunkan kadar kortisol. "Pernapasan yang terkontrol merangsang sistem saraf parasimpatik yang dapat menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan relaksasi," sambungnya.
Lebih lanjut, dia juga menyuruh untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan yang membuat bahagia sampai tertawa. "Tertawa mendorong pelepasan endorfin dan menekan kortisol yang berkontribusi pada perasaan sejahtera dan menurunkan tingkat stres," ungkapnya.
Yang terakhir, Dr. Jain mengatakan untuk menjaga hubungan yang baik dan sehat dengan banyak orang.
"Memulai hari dengan interaksi positif dengan orang-orang terkasih atau rekan kerja dapat mengurangi stres dan membantu menjaga kadar kortisol tetap terkendali," jelasnya.