Siap Lawan El Nino, Mentan Amran Sebut Stok Beras Cukup 15 Bulan

Oleh Hidayat Taufik pada 23 Apr 2026, 15:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan beras nasional masih dalam kondisi aman meski Indonesia berpotensi menghadapi musim kemarau panjang pada 2026.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat meninjau gudang Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23 April 2026).

Menurut dia, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai 5 juta ton. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Selain itu, sektor hotel, restoran, dan katering juga memiliki persediaan sekitar 12,5 juta ton. Sementara potensi panen padi atau standing crop diperkirakan mencapai 11 juta ton.

Amran menjelaskan total ketersediaan beras nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih 11 bulan.

Namun demikian, pemerintah tetap optimistis produksi akan terus berjalan saat musim kemarau. Hal itu didukung sistem irigasi dan program pompanisasi di sejumlah daerah.

Karena itu, Amran menilai pasokan beras nasional dapat terjaga hingga 15 bulan ke depan.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Upaya tersebut meliputi distribusi air, penguatan jaringan irigasi, serta percepatan penggunaan pompa di kawasan pertanian.

Di sisi lain, Bulog tercatat telah menyerap 1,6 juta ton beras dari petani hingga April 2026.

Tidak hanya itu, Bulog juga membeli 131.000 ton jagung. Langkah tersebut dinilai semakin memperkuat stok pangan nasional.

Amran menegaskan tidak ada alasan bagi harga beras untuk naik tajam di pasaran. Ia meminta para pedagang tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku.

Sementara itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional. Program yang dijalankan mencakup optimalisasi 800.000 hektare lahan dan pompanisasi untuk 500.000 hektare.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembukaan 200.000 hektare sawah baru.