JAKARTA, Cobisnis.com – SpaceX menjalani pekan bersejarah setelah mencatat lonjakan nilai perusahaan dan memperluas bisnis kecerdasan buatan atau AI. Perusahaan milik Elon Musk itu baru memasuki hari kedua perdagangan publik penuh di bursa saham.
Namun, SpaceX langsung mencuri perhatian pasar dengan mengakuisisi Cursor senilai US$60 miliar. Cursor merupakan salah satu alat AI untuk pemrograman yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, Cursor bersaing dengan produk AI pengkodean dari OpenAI, Anthropic, dan Google. SpaceX menyatakan telah memiliki hak untuk mengakuisisi perusahaan tersebut sejak April lalu.
Akuisisi ini dinilai dapat membantu SpaceX memperkuat posisinya di industri AI yang semakin kompetitif. Menurut perusahaan, sekitar 64% perusahaan Fortune 500 menggunakan layanan Cursor.
Sementara itu, SpaceX terus menggelontorkan dana besar untuk pengembangan AI. Perusahaan menghabiskan US$12,7 miliar untuk AI sepanjang 2025.
Selain itu, SpaceX telah menginvestasikan US$7,7 miliar pada kuartal pertama 2026. Namun, belanja besar tersebut turut menekan kinerja keuangan perusahaan.
SpaceX mencatat kerugian US$4,9 miliar pada 2025. Setelah itu, perusahaan kembali membukukan kerugian US$4,3 miliar pada kuartal pertama 2026. Meski begitu, investor tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang SpaceX.
Saham perusahaan naik lebih dari 19% dalam dua hari pertama perdagangan. Pada Selasa, saham SpaceX kembali menguat sekitar 10%. Kenaikan tersebut mendorong valuasi perusahaan mendekati US$2,8 triliun.
Karena itu, SpaceX berhasil melampaui Microsoft dan Amazon dalam daftar perusahaan publik paling bernilai. Selain itu, minat investor ritel terhadap saham SpaceX juga melonjak tajam.
Data Vanda Research menunjukkan sebagian besar pembelian saham individu pada Senin mengalir ke SpaceX. Perusahaan yang dikenal lewat bisnis antariksa itu kini berupaya menjadi pemain utama di industri AI global.