Stok Rudal Pertahanan AS Menyusut, Hampir 80% Interseptor THAAD Telah Digunakan

Oleh Zahra Zahwa pada 05 Aug 2026, 20:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Persediaan rudal pertahanan udara Amerika Serikat dilaporkan menurun tajam setelah konflik dengan Iran. Sejumlah pejabat militer kini memperingatkan bahwa stok amunisi strategis berada pada level yang mengkhawatirkan.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui laporan terbaru, militer AS telah menggunakan hampir 80% interseptor untuk sistem pertahanan rudal THAAD dibandingkan jumlah sebelum perang. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kesiapan pertahanan negara.

Sementara itu, stok rudal interseptor Patriot juga terus menyusut. Militer AS dilaporkan telah menghabiskan sekitar setengah dari persediaan rudal Patriot sejak konflik dengan Iran dimulai.

Penurunan terbesar terjadi pada sistem pertahanan udara utama. Selain itu, kebutuhan operasional selama konflik membuat penggunaan amunisi meningkat dalam waktu singkat.

Para komandan militer senior disebut telah memperingatkan Pentagon mengenai kondisi tersebut. Mereka menilai persediaan amunisi penting kini berada pada tingkat yang berbahaya apabila terjadi konflik berskala besar lainnya.

Di sisi lain, lembaga riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan Amerika Serikat memiliki sekitar 452 rudal THAAD sebelum perang dengan Iran dimulai. Lembaga itu juga memperkirakan stok rudal Patriot mencapai sekitar 2.200 unit untuk dua varian paling modern.

Meski begitu, pemerintah AS belum memberikan rincian resmi mengenai jumlah persediaan saat ini. Informasi mengenai berkurangnya stok THAAD juga belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Karena itu, laporan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Amerika Serikat menjaga kesiapan sistem pertahanan udara sambil terus memenuhi kebutuhan operasi militer di berbagai kawasan.