JAKARTA, Cobisnis.com – Menurut penelitian terbaru, mengonsumsi makanan yang kaya akan buah-buahan, sayuran, ikan, dan minyak zaitun dapat membantu menjaga kekuatan pikiran bahkan hingga usia lanjut.
Para lansia di Inggris yang mengikuti diet Mediterania yang sebagian besar terdiri dari makanan buah-buahan, sayuran, dan ikan selama pandemi Covid-19 melaporkan bahwa kesejahteraan psikologisnya lebih tinggi dibandingkan dengan rekan-rejan mereka yang tidak melakuakn diet tersebut.
Dilansir dari foxnews, Jumat (17/07/2026) para peneliti melacak lebih dari 3.000 orang dewasa berusia antara 50 dan 90 tahun untuk menentukan bagaimana pilihan makanan sehari-hari mereka berkaitan dengan pandangan hidup jangka panjang mereka.
Para peserta mengisi survei khusus yang mengukur sifat-sifat psikologis positif, termasuk rasa otonomi, kepuasan hidup, tujuan hidup, dan kendali atas rutinitas harian mereka.
Setiap peserta juga menerima skor berdasarkan seberapa dekat kebiasaan makan mereka dengan pola diet Mediterania.
Hasilnya orang dewasa yang mengikuti pola makan Mediterania melaporkan perasaan kesejahteraan secara keseluruhan yang jauh lebih kuat.
Temuan ini tetap berlaku bahkan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor seperti pendapatan, pendidikan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan kesehatan fisik secara umum.
Peningkatan kesejahteraan tersebut tampaknya tidak disebabkan oleh perbedaan asupan kalori, yang menunjukkan bahwa jenis makanan tertentu juga memainkan peran penting.
Diet Mediterania secara alami kaya akan nutrisi anti-inflamasi, termasuk asam lemak omega-3 dari ikan dan antioksidan yang disebut polifenol yang ditemukan dalam minyak zaitun extra virgin.
Nutrisi-nutrisi ini membantu menurunkan peradangan di otak dan mendukung mikrobioma usus yang sehat yang secara langsung terkait dengan produksi kimiawi hormon pengatur suasana hati.
"Karena diet Mediterania kaya akan berbagai makanan nabati, diet ini memberikan peningkatan nutrisi bagi tubuh dan otak, senyawa khusus yang mengurangi peradangan, dan prebiotik untuk memberi makan mikroba baik di usus," ungkap Kim Kulp, ahli gizi terdaftar dan pemilik Gut Health Connection di wilayah San Francisco Bay Area.
Selain itu, peserta yang menyelesaikan survei cenderung lebih sehat dan lebih kaya daripada masyarakat umum, yang berarti hasil tersebut mungkin tidak sepenuhnya berlaku untuk populasi yang lebih beragam atau rentan.
"Mengonsumsi makanan yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan memberikan kombinasi nutrisi terbaik untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan seiring bertambahnya usia. Secara bersamaan, diet ini dapat membantu mengurangi stres dan depresi serta meningkatkan rasa kesejahteraan, bahkan di saat-saat tersulit," tukas Kulp.