JAKARTA, Cobisnis.com - Demensia memengaruhi lebih dari 57 juta orang di seluruh dunia, dan penyebab serta dampaknya terus memikat para peneliti.
Di Amerika Serikat saja, 42 persen warga Amerika berisiko mengidapnya setelah usia 55 tahun.
Dan sementara faktor risiko seperti usia dan genetika, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor-faktor lain dapat kita cegah sedini mungkin.
Dikutip dari eatingwell, Sabtu (22/08/2026), sebuah studi baru yang diterbitkan di Neurology Open Access melacak lebih dari 12 ribu orang dewasa selama 26 tahun dan menemukan bahwa tiga kondisi umum di usia paruh baya, yaitu dengan mengontrol tekanan darah tinggi, diabetes, dan merokok memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap berapa tahun orang hidup tanpa demensia.
Hasilnya, orang-orang di usia paruh baya yang tidak memiliki ketiga kondisi tersebut dapat mengharapkan sekitar 30 tahun kesehatan otak sejak usia 55 tahun, sementara mereka yang memiliki ketiga kondisi tersebut rata-rata hanya 17,5 tahun.
"Temuan kami menunjukkan bahwa orang perlu secara aktif menghindari faktor-faktor ini di usia paruh baya sebagai strategi untuk menjaga kesehatan otak selama lebih dari satu dekade," kata peneliti senior studi tersebut, Josef Coresh, MD, Ph.D. , direktur pendiri Optimal Aging Institute di NYU Langone.
Setiap peserta dinilai pada awal penelitian untuk tiga faktor risiko vaskular, yaitu tekanan darah tinggi, diabetes, dan status merokok saat ini. Para peneliti kemudian menggunakan pemodelan statistik untuk memperkirakan kelangsungan hidup tanpa demensia dari usia 55 hingga 95 tahun.
Pada dasarnya, ini termasuk berapa tahun setelah usia 55 tahun seseorang dapat berharap untuk hidup tanpa diagnosis demensia, tergantung pada berapa banyak dari tiga faktor risiko tersebut yang mereka miliki pada usia paruh baya.
Maka dari itu, untuk mengurangi risiko tersebut sebaiknya lakukan pola gaya hidup yang sehat. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan berdasarkan bukti yang dapat dipertimbangkan dari penelitian:
1. Periksakan tekanan darah secara teratur
Tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala, itulah sebabnya kadang-kadang disebut sebagai pembunuh senyap. Mengetahui berapa tekanan darah adalah langkah pertama. Selain itu, pertimbangkan untuk mengurangi asupan natrium, mengonsumsi lebih banyak makanan kaya kalium, dan mengikuti pola makan berbasis nabati untuk membantu menjaga tekanan darah yang sehat.
2. Perhatikan kadar gula darah
Menurut penelitian, diabetes adalah salah satu faktor risiko demensia yang paling mudah dimodifikasi dan terkait erat dengan pola makan.
Sebaiknya kamu mulai mengurangi konsumsi gula tambahan, meningkatkan asupan serat, dan menjaga berat badan yang sehat adalah strategi efektif untuk mengelola kadar gula darah.
3. Berhentilah merokok
Merokok dikaitkan dengan percepatan penuaan otak melalui berbagai jalur, termasuk berkurangnya aliran darah ke otak dan meningkatnya peradangan sistemik.
Berhentilah merokok di usia berapa pun dan rasakan manfaatnya bagi kesehatan, tetapi semakin cepat semakin baik.