Suara Bioskop Terlalu Keras? Ini Tips Melindungi Pendengaran

Oleh Hidayat Taufik pada 06 Nov 2026, 13:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menonton film di bioskop menjadi salah satu pilihan hiburan bagi banyak orang. Namun, tingkat kebisingan suara yang terlalu tinggi perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu kesehatan pendengaran.

Belakangan ini, film Godzilla Minus Zero yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada Rabu (4/11/2026) menjadi perbincangan karena tata suaranya dilaporkan sangat keras.

Seorang kreator konten melalui akun X @imPatrickT membagikan hasil pengukuran smartwatch miliknya yang menunjukkan tingkat kebisingan mencapai 90 desibel saat menonton film tersebut. Informasi itu turut diberitakan oleh GamesRadar.

Fenomena serupa juga pernah terjadi pada film The Odyssey garapan Christopher Nolan. Sejumlah adegan, termasuk jeritan Cyclops dan badai Poseidon, dilaporkan menghasilkan suara hingga 120 desibel di bioskop.

Lantas, seberapa besar tingkat kebisingan yang dapat diterima telinga manusia?

Batas Suara yang Berisiko Merusak Pendengaran

Mengutip National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, paparan suara yang terlalu keras dalam durasi panjang dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen.

Kondisi tersebut dikenal sebagai noise-induced hearing loss (NIHL), yaitu gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan.

Gangguan ini tidak selalu langsung disadari. Kerusakan dapat berkembang secara bertahap, terutama jika disertai penurunan kemampuan pendengaran akibat pertambahan usia.

Sementara itu, National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyebut paparan suara secara terus-menerus pada tingkat 85 dBA atau lebih dapat meningkatkan risiko NIHL.

Bahkan, suara di bawah ambang tersebut tetap berpotensi menimbulkan kerusakan pada individu yang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap kebisingan.

Semakin tinggi intensitas suara, semakin besar pula risiko kerusakan pendengaran dan semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk menimbulkan dampak.

Berikut gambaran tingkat kebisingan dan durasi paparan yang perlu diperhatikan:

• 85 dBA: paparan selama beberapa jam.

• 100 dBA: paparan sekitar 14 menit.

• 110 dBA: paparan sekitar 2 menit.

Jika dibandingkan dengan film Godzilla Minus Zero yang dilaporkan mencapai 90 desibel dan memiliki durasi sekitar 135 menit, penonton perlu lebih memperhatikan paparan suara selama berada di bioskop.

Sebagai perbandingan, suara 90 desibel setara dengan kebisingan mesin pemotong rumput berbahan bakar bensin, bor listrik, traktor, hingga kereta bawah tanah yang tiba di peron.

Cara Melindungi Telinga Saat Berada di Bioskop

Meski demikian, masyarakat tetap dapat menikmati film di bioskop dengan memperhatikan sejumlah langkah perlindungan pendengaran.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan beberapa rekomendasi untuk mengurangi risiko akibat paparan suara keras.

Pertama, hindari duduk terlalu dekat dengan pengeras suara atau amplifier. Jarak yang lebih jauh dari sumber suara dapat membantu mengurangi intensitas kebisingan yang diterima telinga.

Kedua, gunakan penyumbat telinga atau earplug secara tepat. Alat yang umumnya terbuat dari busa atau bahan sejenis ini dapat mengurangi intensitas suara yang masuk ke saluran telinga.

Ketiga, berikan waktu istirahat bagi telinga dengan berada di tempat yang tenang selama sekitar 10 menit setiap satu jam.

Penggunaan earplug juga perlu dilakukan dengan benar agar perlindungannya lebih optimal. Berikut langkah-langkahnya:

• Gulung penyumbat telinga menggunakan ibu jari dan jari telunjuk hingga ukurannya mengecil.

• Gunakan tangan lainnya untuk menarik daun telinga ke arah atas dan belakang agar saluran telinga terbuka.

• Masukkan penyumbat telinga secara perlahan hingga mencapai kedalaman yang nyaman.

• Tahan beberapa saat sampai penyumbat mengembang dan terpasang dengan baik.

Dengan memperhatikan tingkat kebisingan dan menerapkan langkah perlindungan tersebut, risiko gangguan pendengaran akibat paparan suara keras dapat diminimalkan saat menikmati hiburan di bioskop.