JAKARTA, Cobisnis.com – PT Super Bank Indonesia Tbk mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar hingga April 2026.
Kinerja tersebut tumbuh signifikan 1.528,8 persen secara tahunan dan mencerminkan pertumbuhan bisnis berbasis ekosistem yang terus diperkuat perusahaan.
Total aset Superbank tercatat mencapai Rp24 triliun atau tumbuh 71,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penyaluran kredit meningkat menjadi Rp12,2 triliun, didukung ekspansi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) di berbagai ekosistem digital.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 98,4 persen secara tahunan menjadi Rp15,1 triliun.
Superbank juga mencatat Pendapatan Bunga Bersih sebesar Rp671 miliar atau naik 84,5 persen secara tahunan.
Pertumbuhan bisnis turut diperkuat melalui integrasi layanan dengan ekosistem Grab dan OVO, termasuk akses layanan pinjaman langsung tanpa perlu mengunduh aplikasi terpisah.
Selain itu, Superbank bersama KakaoBank juga meluncurkan layanan Kartu Untung untuk memperluas layanan keuangan digital.
Grab selaku salah satu pemegang saham utama turut mengumumkan rencana konsolidasi laporan keuangan Superbank melalui pengalihan kepemilikan saham kepada GXS Bank.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk penguatan komitmen jangka panjang Grab dalam mendukung pertumbuhan layanan keuangan digital dan inklusi keuangan di Asia Tenggara.