Tanpa Pengalaman Bisa Daftar, Rusia Cari Operator Drone dengan Gaji Mulai Rp 34 Juta

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 05 Jul 2026, 23:59 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Rusia membuka lowongan kerja sebagai operator drone untuk memperkuat sistem pertahanan udara Moskwa di tengah meningkatnya serangan drone dari Ukraina. Posisi tersebut menawarkan gaji mulai 150.000 rubel atau sekitar Rp34 juta per bulan.

Lowongan itu dipublikasikan melalui HeadHunter, situs pencari kerja terbesar di Rusia. Kandidat yang lolos akan bergabung dengan Combat Army Reserve Force, unit sukarelawan yang bertugas mendukung keamanan ibu kota.

Dalam deskripsi pekerjaan, operator drone akan mengoperasikan peralatan berteknologi tinggi untuk membantu sistem pengawasan dan perlindungan wilayah perkotaan. Teknologi tersebut digunakan sebagai bagian dari strategi memperkuat pertahanan udara Moskwa.

Tugas yang diberikan meliputi menyiapkan drone sebelum penerbangan, mengoperasikan perangkat, menjalankan misi pengintaian, serta melakukan penerbangan pada siang maupun malam hari. Data hasil pemantauan nantinya menjadi bagian dari sistem pengawasan.

Menariknya, lowongan ini tidak mensyaratkan pengalaman kerja sebelumnya. Pelamar hanya diminta memiliki kemampuan teknis dasar serta kemauan untuk belajar dan berkembang.

Gaji awal yang ditawarkan mencapai 150.000 rubel atau sekitar Rp34 juta per bulan. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata rata gaji pekerja di Moskwa yang disebut melebihi 200.000 rubel atau sekitar Rp46 juta per bulan.

Di halaman ulasan perusahaan, seorang pengguna menyebut lingkungan kerja dinilai cukup solid dan memberikan peluang pengembangan karier. Pendapatan juga disebut dapat meningkat melalui sistem insentif berbasis kinerja.

Pembukaan lowongan ini dilakukan ketika serangan drone Ukraina ke wilayah Moskwa semakin meningkat. Sepanjang Juni, beberapa serangan dilaporkan menyasar ibu kota Rusia, termasuk fasilitas kilang minyak.

Pemerintah Rusia menyatakan telah memperkuat sistem pertahanan untuk menghadapi ancaman tersebut. Di sisi lain, Rusia juga terus melancarkan serangan ke Ukraina yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan menimbulkan puluhan korban jiwa.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan personel di bidang teknologi pertahanan semakin meningkat. Perekrutan operator drone menjadi salah satu langkah Rusia untuk memperkuat kemampuan menghadapi serangan udara modern.