JAKARTA, Cobisnis.com – Transaksi ZISWAF di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mengalami peningkatan selama periode Ramadan tahun ini. Pada minggu pertama Ramadan, transaksi ZISWAF melalui superapps BYOND tercatat mencapai lebih dari 150 ribu transaksi atau naik 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini didorong oleh kemudahan akses pembayaran zakat dan donasi secara online dan real time. Selain itu, BSI juga menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga amil zakat (LAZ) dan nadzhir yang telah bekerja sama dengan perseroan.
Saat ini BSI bekerja sama dengan 54 lembaga amil zakat untuk memfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan zakat maupun donasi melalui aplikasi BYOND.
Direktur Information Technology BSI, Muharto Hadi Suprapto, mengatakan Ramadan menjadi salah satu periode dengan lonjakan transaksi tertinggi, khususnya pada layanan berbagi ZISWAF.
“Momentum Ramadan menjadi salah satu periode yang mengalami lonjakan transaksi dibanding bulan-bulan lainnya, terutama layanan berbagi untuk ZISWAF. Untuk itulah kami memastikan seluruh e-channel berfungsi dengan baik sehingga nasabah aman dan nyaman,” ujarnya.
BSI memproyeksikan transaksi ZISWAF melalui BYOND dapat mencapai lebih dari 520 ribu transaksi hingga akhir Ramadan. Optimisme tersebut didorong oleh berbagai fitur di menu Berbagi BYOND seperti donasi, ZISWAF, zakat fitrah, fidyah, serta program donasi tematik Ramadan.
Beberapa program donasi yang dihadirkan antara lain program Sambut Ramadan di Palestina serta program Buka Bersama dan Sahur Yatim Dhuafa.
Muharto menambahkan, sinergi antara instrumen ZISWAF dan lembaga amil zakat diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui transaksi digital yang mudah, aman, dan cepat.
“Di sinilah kami berupaya mensinergikan antara instrumen ZISWAF dan fungsi lembaga LAZ untuk berkolaborasi melalui transaksi digital dan program terpercaya. Harapannya ini menjadi gerbang awal untuk menumbuhkan Islamic ecosystem dengan cara yang mudah, aman dan cepat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa BSI terus mendorong literasi digital bagi organisasi dan lembaga zakat agar pengelolaan dana umat dapat berjalan sesuai prinsip syariah.
“Karena dana yang dikelola adalah dana umat terkait ZISWAF, maka tentunya kami mengharapkan transaksi yang memenuhi prinsip-prinsip syariah dari hulu hingga hilir,” pungkasnya.