JAKARTA, Cobisnis.com – Peringatan Hari Hemofilia Sedunia 2026 menyoroti pentingnya diagnosis dini gangguan perdarahan. Tema tahun ini menekankan bahwa diagnosis adalah langkah awal menuju pengobatan.
Selain itu, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) bersama World Federation of Hemophilia (WFH) mengajak masyarakat lebih peduli. Edukasi tentang gejala menjadi kunci utama dalam deteksi dini.
Hemofilia sendiri merupakan gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor tertentu. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan yang sulit berhenti.
Gejala yang umum muncul antara lain lebam, nyeri sendi, dan perdarahan berkepanjangan. Kondisi ini juga bisa terjadi setelah tindakan medis sederhana.
Namun demikian, banyak kasus hemofilia tidak terdiagnosis sejak dini. Kurangnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu penyebab utama.
Di sisi lain, keterbatasan fasilitas kesehatan juga menjadi tantangan. Tidak semua daerah memiliki akses pemeriksaan faktor pembekuan darah.
Data menunjukkan jumlah pasien terdiagnosis masih jauh dari estimasi sebenarnya. Hal ini berpotensi berdampak pada kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.
Ke depan, HMHI terus mendorong peningkatan kesadaran melalui kampanye publik. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat diagnosis dan penanganan hemofilia di Indonesia.