JAKARTA, Cobisnis.com – Tren makanan kukus semakin populer di masyarakat pada 2026. Selain itu, banyak orang memilih pola makan ini karena dianggap lebih sehat.
Saat ini, berbagai makanan seperti jagung, ubi, singkong, pisang, dan labu mudah ditemukan. Permintaan yang meningkat membuat makanan kukus semakin banyak dijual di berbagai tempat.
Meskipun terlihat baru, teknik mengukus sebenarnya sudah lama digunakan dalam tradisi kuliner Indonesia. Dengan demikian, metode ini bukan hal yang asing bagi masyarakat.
Para ahli pangan menjelaskan bahwa makanan kukus aman dikonsumsi setiap hari. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan keseimbangan gizi dalam menu harian.
Selain itu, makanan kukus mengandung karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral. Umbi-umbian seperti ubi dan singkong juga memberikan energi yang cukup bagi tubuh.
Dari sisi kesehatan, metode kukus lebih baik dibandingkan menggoreng. Sebab, proses ini tidak menambah banyak lemak pada makanan.
Kemudian, pengukusan juga membantu menjaga kandungan nutrisi. Nutrisi tidak banyak hilang karena makanan tidak terendam air secara langsung.
Sementara itu, bahan seperti sayuran, kacang-kacangan, dan telur tetap cocok diolah dengan cara dikukus. Semua bahan tersebut tetap menjaga kandungan gizi penting.
Namun demikian, para ahli tetap menyarankan variasi makanan dalam pola makan harian. Oleh karena itu, konsumsi makanan kukus perlu diimbangi dengan sumber protein dan makanan lain.
Secara keseluruhan, tren makanan kukus dinilai positif. Tren ini juga mendukung pola hidup sehat dan pemanfaatan bahan pangan lokal.