JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pemerintahannya telah mengambil berbagai langkah untuk mendorong terciptanya perdamaian.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut ketika berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berbagai ancaman terhadap dunia dibiarkan semakin berkembang. Menurutnya, AS telah memilih mengambil tindakan untuk menghadapi sejumlah persoalan internasional.
"Sebagai presiden dari bangsa paling luar biasa dalam sejarah, saya tidak berminat untuk membiarkan bahaya terus berkembang di hari lain," kata Trump, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (23/9/2026).
Trump juga menyoroti peran AS dalam menghadapi berbagai persoalan global. Ia menyatakan negaranya telah mengambil langkah ketika sejumlah pihak masih membicarakan upaya perdamaian.
"Jadi saat yang lain hanya berbicara, saya telah bertindak. Saat yang lain berbicara tentang perdamaian, saya telah mewujudkan perdamaian.
Saat yang lain mengabaikan ancaman, saya telah menghadapinya. Saat yang lain berbicara tentang keberanian, Amerika telah menunjukkannya.
Saat yang lain menjanjikan kekuatan, saya telah menggunakannya untuk menjadikan Amerika sebagai negara paling berkuasa di dunia," jelasnya.
Dalam pidatonya, Trump kemudian membawa isu Iran sebagai salah satu contoh ancaman yang menurutnya perlu mendapat perhatian. Ia menyinggung langkah AS dalam menghadapi negara tersebut.
Trump menyampaikan penilaian keras terhadap Iran dengan mengaitkannya dengan ancaman terhadap keamanan dunia.
"Tidak ada contoh yang lebih baik mengenai bahaya yang dibiarkan semakin menghimpun kekuatan hingga membahayakan dunia selain sponsor teror nomor satu, Republik Islam Iran," ujarnya.