ULN Indonesia Naik ke US$439,8 Miliar di Tengah Stabilitas Ekonomi

Oleh Desti Dwi Natasya pada 15 Jun 2026, 11:49 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$439,8 miliar pada April 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,9% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan utang luar negeri terjadi setelah pada bulan sebelumnya pertumbuhan tercatat lebih rendah. Meski meningkat, otoritas moneter menilai perkembangan ULN masih berada dalam kondisi yang terkendali dan sehat.

Utang luar negeri pemerintah menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan posisi ULN nasional. Pemerintah tetap memanfaatkan pembiayaan eksternal secara selektif untuk mendukung kebutuhan pembangunan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Sebagian besar utang pemerintah digunakan untuk membiayai sektor-sektor prioritas nasional. Fokus pendanaan mencakup layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi.

Sementara itu, utang luar negeri sektor swasta juga menunjukkan perkembangan yang relatif stabil. Kewajiban luar negeri perusahaan masih didominasi oleh sektor industri pengolahan, jasa keuangan, pengadaan listrik, serta pertambangan.

Bank Indonesia menegaskan struktur utang luar negeri Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari dominasi utang berjangka panjang yang memiliki porsi lebih besar dibandingkan utang jangka pendek.

Selain itu, berbagai indikator risiko juga masih berada dalam batas yang aman. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi untuk memastikan pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.

Ke depan, perkembangan utang luar negeri akan terus dipantau seiring dinamika ekonomi global dan kondisi pasar keuangan internasional. Otoritas optimistis pengelolaan ULN yang pruden dapat mendukung stabilitas ekonomi nasional dan menjaga kepercayaan investor.