JAKARTA, Cobisnis.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencopot Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. Permintaan itu disampaikan setelah tiga pekerja proyek pipa air meninggal dunia di dalam gorong-gorong di Cipayung, Jakarta Timur.
Said Iqbal menyampaikan tuntutan tersebut usai melakukan inspeksi mendadak ke PT Moya Indonesia. Menurutnya, proyek bernilai triliunan rupiah harus disertai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat.
Ia menilai penerapan K3 dalam proyek tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Said Iqbal juga menyoroti dugaan tidak dipenuhinya hak pekerja, termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain meminta pencopotan Dirut PAM Jaya, Said Iqbal mendesak aparat penegak hukum memeriksa proses tender proyek. Ia juga meminta penyelidikan diperluas terhadap dugaan kecelakaan kerja lain yang berkaitan dengan proyek PT Moya Indonesia, termasuk insiden ledakan galian pipa air bersih di Fatmawati, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, tiga pekerja ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis, 9 Juli 2026. Ketiga korban ditemukan setelah warga melaporkan adanya jasad di lokasi.
Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing mengatakan satu korban merupakan warga negara China, sedangkan dua lainnya warga negara Indonesia. Polisi juga mengaku tidak menemukan perlengkapan keselamatan kerja yang dikenakan para korban saat proses evakuasi.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut penerapan standar keselamatan kerja pada proyek infrastruktur. Aparat masih menyelidiki penyebab pasti insiden sekaligus mendalami kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.