Waspada! Hubungan Toksik Ternyata Berdampak pada Kesehatan Tubuh

Oleh Hidayat Taufik pada 12 Jul 2026, 13:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Hubungan yang tidak sehat ternyata dapat memberikan dampak lebih luas dari sekadar mengganggu kondisi emosional. Konflik yang berlangsung terus-menerus dan tekanan psikologis dalam sebuah hubungan juga berisiko memengaruhi kesehatan fisik.

Ahli nutrisi penyakit autoimun sekaligus praktisi functional medicine, Muriel Wallace-Scott, menjelaskan bahwa stres berkepanjangan akibat hubungan toksik dapat membuat tubuh terus berada dalam mode siaga atau fight or flight. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh lebih fokus bertahan menghadapi ancaman dibanding menjalankan fungsi biologis secara normal.

"Kondisi tubuh saat itu memprioritaskan untuk bertahan hidup, bukan berkembang," ujar Wallace-Scott, dikutip dari The Independent.

Ia menerangkan, ketika seseorang terus mengalami tekanan emosional, tubuh akan mengalihkan energi untuk menghadapi situasi yang dianggap berbahaya. Dampaknya, sejumlah fungsi penting seperti keseimbangan hormon, kesehatan tiroid, sistem pencernaan, hingga siklus menstruasi dapat terganggu.

Menurut Wallace-Scott, respons tersebut sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh dalam menghadapi bahaya. Namun, apabila berlangsung dalam waktu lama, kondisi itu justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Tak hanya itu, stres kronis juga dinilai mampu memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Saat tubuh terus berada dalam kondisi waspada, respons imun dapat menjadi berlebihan sehingga meningkatkan risiko terjadinya peradangan.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memperburuk penyakit autoimun, termasuk lupus dan penyakit Crohn, karena sistem imun menjadi lebih reaktif terhadap ancaman yang sebenarnya tidak berbahaya.

Dalam laporan yang sama, diceritakan pengalaman Becca Scott yang pernah didiagnosis mengidap chronic fatigue syndrome atau sindrom kelelahan kronis setelah bertahun-tahun menjalani hubungan yang penuh tekanan emosional.

Becca mengaku sempat mengalami jantung berdebar, kelelahan berat, hingga kesulitan berdiri dalam waktu lama. Setelah mengakhiri hubungan tersebut, kondisi kesehatannya perlahan membaik dan energinya kembali pulih.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa hubungan yang sehat tidak hanya berpengaruh terhadap kesejahteraan mental, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik secara menyeluruh.