JAKARTA, Cobisnis.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah sebagai persoalan serius. Organisasi tersebut menilai dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga menyentuh hak konsumen.
Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, mengatakan listrik menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pasokan listrik menopang pendidikan, layanan kesehatan, kegiatan ekonomi, dan pelayanan publik.
Karena itu, gangguan listrik dinilai dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat. YLKI juga menilai kepastian layanan perlu menjadi perhatian utama.
Rio menjelaskan gangguan teknis memang dapat terjadi dalam sistem kelistrikan. Namun, pemadaman yang terus berulang menunjukkan perlunya evaluasi yang lebih menyeluruh.
YLKI meminta pihak terkait meninjau keandalan pembangkit dan jaringan distribusi. Selain itu, organisasi tersebut menyoroti pentingnya penguatan manajemen risiko dan tata kelola layanan.
Menurut YLKI, konsumen tidak seharusnya terus menanggung kerugian akibat lemahnya sistem pelayanan. Karena itu, PLN perlu menjaga kualitas layanan sesuai standar yang berlaku.
YLKI juga menyoroti mekanisme kompensasi bagi pelanggan terdampak. Jika durasi dan frekuensi pemadaman melewati ketentuan layanan, perusahaan diminta menyalurkan kompensasi secara terbuka dan otomatis.
Sementara itu, YLKI menegaskan bahwa persoalan kelistrikan menyangkut kepentingan publik. Organisasi tersebut meminta pemerintah memperkuat ketahanan energi dalam kebijakan nasional.
Di sisi lain, YLKI mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan. Langkah itu mencakup peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya untuk mendukung pasokan energi jangka panjang.