JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 April. Prediksi ini muncul berdasarkan tren pergerakan pemudik beberapa tahun terakhir.
Dudy menekankan, pemerintah berupaya memastikan pergerakan pemudik tidak menumpuk pada satu hari. Salah satu strategi yang diterapkan adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA). Dengan WFA, pekerja bisa mulai mudik lebih awal atau lebih fleksibel.
Menurut Menhub, penggunaan WFA di perusahaan akan membuat arus mudik lebih merata. “Kami berharap penyebaran waktu keberangkatan bisa mencegah kemacetan parah di jalur utama,” ujar Dudy.
Data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan, arus mudik selalu meningkat 8–10% setiap tahunnya. Tahun ini, pemerintah menyiapkan tambahan transportasi darat, laut, dan udara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Selain itu, sejumlah tol utama, termasuk Trans-Jawa, akan mendapatkan posko tambahan dan pengaturan lalu lintas yang lebih ketat. Tujuannya untuk menjaga keamanan sekaligus kelancaran perjalanan pemudik.
Dudy juga mengingatkan pemudik untuk menyiapkan dokumen perjalanan, kendaraan dalam kondisi prima, dan mematuhi protokol keselamatan. Pemerintah bekerja sama dengan kepolisian untuk pengamanan di titik rawan macet dan kecelakaan.
Transportasi publik, seperti kereta dan bus, juga akan menambah kapasitas penumpang. Tiket tambahan telah dibuka agar masyarakat memiliki alternatif selain kendaraan pribadi.
Selain itu, pemerintah menyiapkan layanan darurat dan pos kesehatan di sepanjang jalur mudik. Tujuannya agar pemudik tetap aman jika terjadi gangguan kesehatan atau kecelakaan di perjalanan.
Meski puncak arus mudik diprediksi 18 April, Menhub menekankan semua pihak harus tetap siaga. “Kami menghimbau pemudik untuk berangkat lebih awal bila memungkinkan, agar tidak terjebak kemacetan,” tambah Dudy.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap mudik Lebaran 2026 tetap lancar dan aman. Kesadaran masyarakat akan perencanaan perjalanan juga dianggap kunci mengurangi risiko macet dan kepadatan di jalur mudik.