400 Pekerja di Gresik Terdampak PHK, Produsen Mie Sedaap Bantah Terkait THR

Oleh Desti Dwi Natasya pada 24 Feb 2026, 14:29 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen Mie Sedaap, PT Karunia Alam Segar, memberikan penjelasan terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 400 karyawan di fasilitas produksinya di Gresik, Jawa Timur, menjelang Lebaran 2026.

Pihak manajemen membantah isu yang menyebut PHK dilakukan untuk menghindari kewajiban pembayaran tunjangan hari raya (THR). Human Resources and General Affairs PT Karunia Alam Segar, Peter Sindaru, menegaskan kebijakan tersebut murni didasari penyesuaian kebutuhan produksi dan kondisi permintaan pasar.

Menurutnya, sebagai industri manufaktur padat karya, operasional perusahaan sangat bergantung pada fluktuasi permintaan. Ketika kebutuhan produksi meningkat, perusahaan bekerja sama dengan penyedia tenaga kerja untuk menambah personel. Sebaliknya, saat permintaan menurun, jumlah tenaga kerja turut disesuaikan.

Ia menekankan mekanisme tersebut merupakan praktik umum di sektor manufaktur dan dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Manajemen juga memastikan keputusan itu tidak berkaitan dengan momentum tertentu, termasuk bulan Ramadan.

PT Karunia Alam Segar sendiri merupakan anak usaha dari Wings Group yang memproduksi berbagai produk makanan dan minuman instan, termasuk Mie Sedaap.

Isu PHK tersebut turut mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi dari para pekerja dan melakukan komunikasi dengan manajemen perusahaan.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi, perusahaan berkomitmen untuk menghentikan PHK yang sedang berlangsung serta tidak melakukan pemutusan hubungan kerja tambahan. DPR menilai langkah tersebut penting agar para pekerja dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang.

Dengan adanya komitmen tersebut, DPR berharap situasi ketenagakerjaan di perusahaan dapat kembali kondusif dan para karyawan dapat bekerja tanpa rasa khawatir.