JAKARTA, Cobisnis.com – Industri parfum terus menghadirkan inovasi dengan konsep-konsep yang tidak biasa. Salah satu yang tengah menjadi perhatian adalah parfum yang terinspirasi dari aroma bulu anak kucing atau kitten fur. Meski terdengar unik, wewangian ini tidak dibuat untuk meniru bau tubuh kucing.
Sebaliknya, konsep kitten fur dirancang untuk menghadirkan nuansa lembut, hangat, bersih, dan menenangkan. Kehadiran tren ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang kini mencari parfum bukan hanya karena aromanya, tetapi juga karena mampu membangkitkan perasaan, kenangan, dan kenyamanan.
Perfumer senior Givaudan, Christina Christie, mengatakan inspirasi yang diambil dari anak kucing semakin digemari karena parfum memiliki keterkaitan kuat dengan emosi dan daya imajinasi.
Ia menjelaskan bahwa para peracik parfum tidak berupaya menghadirkan aroma asli bulu anak kucing. Sebaliknya, mereka berusaha menerjemahkan karakter yang melekat pada hewan tersebut, seperti kelembutan, sifat ceria, rasa ingin tahu, dan energi yang penuh semangat.
Untuk menghasilkan kesan tersebut, berbagai bahan beraroma lembut dipadukan, di antaranya orris atau akar iris yang memberikan nuansa halus dan powdery, clean cotton accords yang menghadirkan kesan bersih, sentuhan mawar, serta musk yang menciptakan kehangatan layaknya aroma kulit.
Tak sedikit pula parfum yang diperkaya dengan aroma susu, krim, vanila, beras, maupun karamel sehingga menghasilkan karakter creamy yang terasa nyaman dan menenangkan.
Fenomena parfum kitten fur menandai berkembangnya tren wewangian yang tak lagi sekadar menawarkan aroma harum, tetapi juga pengalaman emosional yang mampu membangun suasana hati dan menghadirkan rasa nostalgia.