Permintaan Perjalanan Udara Tinggi Dorong Perubahan Layanan Airport Lounge

Oleh Zahra Zahwa pada 02 Aug 2026, 14:30 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Airport lounge selama bertahun-tahun dikenal sebagai tempat beristirahat yang nyaman bagi penumpang pesawat. Namun, meningkatnya jumlah wisatawan membuat pengalaman tersebut mulai berubah.

Dulu, penumpang dapat menikmati suasana tenang dengan kursi nyaman, makanan ringan tanpa batas, serta akses internet berkecepatan tinggi. Selain itu, banyak lounge menawarkan layanan meja, ruang telepon kedap suara, hingga fasilitas premium di area kamar mandi.

Kini, kondisi itu mulai berbeda. Meningkatnya permintaan perjalanan udara membuat banyak airport lounge dipenuhi lebih banyak pengunjung dibanding sebelumnya.

Sementara itu, berbagai manfaat dari kartu kredit dan program keanggotaan maskapai membuka akses lounge bagi lebih banyak orang. Akibatnya, fasilitas yang sebelumnya terasa eksklusif kini menjadi lebih ramai.

Mei Mei Song, Chief Transformation Officer Plaza Premium Group, mengatakan lonjakan jumlah pelancong menjadi salah satu penyebab utama perubahan tersebut. Menurutnya, pertumbuhan kelas menengah turut mendorong peningkatan perjalanan udara di berbagai negara.

Karena itu, sejumlah pengamat memperkirakan pengelola bandara dan operator lounge akan menyesuaikan model bisnis mereka. Pilihannya dapat berupa kenaikan tarif akses, pembatasan keanggotaan, atau perubahan konsep layanan.

Meski begitu, airport lounge tetap menawarkan berbagai fasilitas yang sulit ditemukan di area tunggu umum. Penumpang masih dapat menikmati makanan, minuman, tempat duduk yang lebih nyaman, serta ruang kerja yang lebih tenang.

Di sisi lain, sebagian pelancong mulai mempertanyakan apakah biaya atau manfaat keanggotaan lounge masih sepadan. Perdebatan tersebut diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya jumlah penumpang pesawat di seluruh dunia.