JAKARTA, Cobisnis.com - Selada atau sayuran yang mulai layu tidak selalu harus langsung dibuang. Selama belum berlendir, berjamur, atau membusuk, kesegarannya masih bisa dipulihkan dengan cara sederhana menggunakan air es.
Metode ini membantu sayuran menyerap kembali kadar air yang hilang selama penyimpanan. Selain membuat teksturnya kembali renyah, cara ini juga dapat mengurangi limbah makanan dan menghemat pengeluaran rumah tangga.
Sayuran seperti selada, bayam, seledri, hingga wortel sebagian besar mengandung air. Saat disimpan terlalu lama di dalam kulkas, kandungan airnya berkurang sehingga teksturnya menjadi lembek dan layu.
Proses rehidrasi dengan air es dapat mengembalikan kelembapan tersebut. Karena itu, sayuran yang masih dalam kondisi baik umumnya bisa kembali segar setelah direndam.
Caranya cukup mudah. Buang terlebih dahulu bagian sayuran yang sudah kering atau rusak, lalu siapkan mangkuk berisi air dingin yang ditambahkan beberapa bongkah es.
Rendam seluruh bagian sayuran selama sekitar 15 hingga 30 menit. Jika kondisinya lebih layu, waktu perendaman bisa diperpanjang hingga teksturnya kembali membaik.
Setelah itu, angkat sayuran lalu tiriskan hingga airnya berkurang. Keringkan menggunakan tisu dapur atau kain bersih sebelum diolah menjadi salad, tumisan, atau hidangan lainnya.
Metode ini tidak hanya berlaku untuk selada. Bayam, kale, seledri, wortel, bit, hingga kentang juga dapat kembali lebih segar setelah melalui proses rehidrasi menggunakan air es.
Meski begitu, tidak semua sayuran bisa diselamatkan. Sayuran yang sudah berlendir, berbau tidak sedap, berjamur, atau mulai membusuk sebaiknya tidak lagi dikonsumsi karena kualitas dan keamanannya telah menurun.
Agar sayuran lebih awet, simpan sayuran hijau di laci khusus kulkas dengan dibungkus tisu dapur untuk menyerap kelembapan. Sementara kentang sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering pada suhu ruang, bukan di dalam kulkas.