Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi Mulai Terasa, Harga Sembako Diprediksi Ikut Naik

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 22 Apr 2026, 09:32 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga BBM nonsubsidi sejak 18 April mulai menekan biaya distribusi dan berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar.

Penyesuaian ini terjadi pada Pertamax Turbo 98, Dexlite, dan Pertamina Dex yang mengalami lonjakan cukup tajam. Kebijakan tersebut mengikuti formula harga yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian ESDM.

Harga Pertamax Turbo 98 naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite ikut melonjak dari Rp14.200 ke Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik ke Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500.

Di sisi lain, Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 masih bertahan di Rp12.300 dan Rp12.900 per liter. Stabilnya harga ini sedikit menahan tekanan, meski tidak sepenuhnya meredam dampak ke sektor lain.

Kenaikan BBM ini erat kaitannya dengan pergerakan harga minyak dunia yang masih fluktuatif. Faktor global tersebut menjadi acuan utama dalam penentuan harga jual BBM di dalam negeri.

Dampaknya mulai terasa pada sektor transportasi dan logistik yang mengalami kenaikan biaya operasional. Kondisi ini berpotensi diteruskan ke harga barang, termasuk kebutuhan pokok.

Pelaku usaha cenderung menyesuaikan harga untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Akibatnya, konsumen berisiko menghadapi kenaikan harga di tingkat pasar.

Tekanan ini juga bisa berdampak pada daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Efeknya tidak langsung, tetapi bergerak perlahan melalui rantai distribusi.

Jika tidak diantisipasi, kenaikan biaya ini dapat mendorong inflasi dalam waktu dekat. Stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan.

Peran pemerintah dalam menjaga distribusi dan mengendalikan harga menjadi kunci. Langkah cepat dibutuhkan agar dampak kenaikan BBM tidak meluas.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan harga energi selalu membawa efek berantai. Masyarakat kini menunggu sejauh mana dampaknya terhadap harga kebutuhan sehari-hari.