Depresi dan Pengaruhnya pada Daya Ingat

Oleh Hidayat Taufik pada 26 Sep 2026, 11:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Gangguan ingatan tidak selalu muncul akibat pertambahan usia. Depresi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menerima, menyimpan, dan mengingat kembali informasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut dapat terlihat dari kebiasaan lupa meletakkan barang. Seseorang juga bisa kesulitan mengingat informasi yang baru saja diterima atau mengingat kembali sesuatu yang sebenarnya sudah diketahui.

Depresi bahkan dapat memengaruhi kemampuan seseorang ketika mempelajari hal baru. Ketika informasi tidak diterima dengan baik, proses penyimpanannya dalam ingatan juga dapat terganggu.

Ahli neurologi menjelaskan, depresi dapat memengaruhi perhatian seseorang. Gangguan pada perhatian tersebut kemudian dapat berdampak pada proses belajar sekaligus kemampuan mengingat.

Depresi Bisa Mengganggu Perhatian

Profesor neurologi di Boston University School of Medicine sekaligus Kepala Neurologi Kognitif dan Perilaku di VA Boston Healthcare System, Andrew E. Budson, MD, mengatakan depresi dapat menyebabkan perubahan biokimia di dalam otak.

Di sisi lain, orang yang mengalami depresi juga dapat terus memikirkan berbagai hal yang berkaitan dengan kesedihan atau pengalaman negatif.

"Depresi menyebabkan perubahan biokimia di otak dan perenungan tentang pikiran-pikiran sedih," ujarnya, dilutip dari Yahoo Health.

"Kedua perubahan ini mengganggu perhatian yang pada gilirannya mengganggu kemampuan untuk mempelajari informasi baru dan kemampuan untuk mengingat informasi sebelumnya," kata Budson.

Karena itu, gangguan ingatan yang muncul saat mengalami depresi tidak hanya ditandai dengan sering lupa.

Ketika fokus dan perhatian terganggu, seseorang dapat kesulitan menerima informasi baru. Kondisi ini kemudian membuat informasi tersebut lebih sulit disimpan dan dipanggil kembali dari ingatan.

Depresi Dapat Memengaruhi Ingatan Negatif

Selain memengaruhi perhatian, depresi juga dapat berpengaruh terhadap cara seseorang mengingat pengalaman atau informasi tertentu.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Trends in Neurosciences pada 2018 dan dikutip The Healthy menunjukkan bahwa orang dengan depresi dapat lebih mudah mengingat informasi atau pengalaman yang bersifat negatif.

Sebaliknya, mereka dapat mengalami kesulitan dalam mengingat hal-hal yang positif.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Psychological Medicine pada tahun yang sama juga menemukan kaitan antara gejala depresi dengan keluhan terkait daya ingat.

Meski demikian, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan antara gejala depresi dan hasil kinerja memori berdasarkan tes standar.

Temuan penelitian justru menunjukkan adanya hubungan antara gejala depresi dan kemampuan mengingat ketika seseorang berada dalam konteks yang negatif.