JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah drone Rusia yang memasuki wilayah udara Moldova menyebabkan penundaan keberangkatan pesawat yang membawa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuju Norwegia pada Selasa.
Pemerintah Moldova segera menutup wilayah udaranya setelah mendeteksi masuknya drone bermesin jet tersebut. Negara di Eropa Timur itu berbatasan langsung dengan Ukraina dan kerap menghadapi dampak keamanan dari konflik yang berlangsung di kawasan.
Saat insiden terjadi, pesawat Zelensky berada di Bandara Internasional Chișinău, ibu kota Moldova. Namun, otoritas penerbangan menunda izin lepas landas hingga aparat memastikan situasi kembali aman.
Setelah itu, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa drone tersebut telah jatuh. Menurut laporan Associated Press, drone itu meledak sekitar 160 kilometer dari bandara tempat pesawat Zelensky menunggu.
Karena itu, otoritas Moldova kembali membuka wilayah udara dan mengizinkan penerbangan melanjutkan operasinya. Pesawat yang membawa Zelensky kemudian memperoleh izin untuk lepas landas menuju tujuan berikutnya.
Sementara itu, Duta Besar Moldova untuk Amerika Serikat, Vladislav Kulminski, menyampaikan pandangannya terkait insiden tersebut. Dalam wawancara dengan CNN, ia mengatakan kejadian itu kemungkinan besar bukan sebuah kecelakaan.
Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran mengenai keamanan regional di sekitar Moldova. Selain itu, negara tersebut beberapa kali melaporkan pelanggaran wilayah udara sejak perang Rusia dan Ukraina pecah.
Di sisi lain, pemerintah Moldova terus memperkuat sistem pengawasan dan pertahanan udara untuk menghadapi potensi ancaman serupa. Meski begitu, insiden terbaru ini menunjukkan bahwa risiko keamanan masih tetap tinggi di kawasan tersebut.
Peristiwa itu juga menyoroti dampak konflik Rusia-Ukraina terhadap negara-negara tetangga. Karena itu, banyak pihak menilai kerja sama keamanan regional akan semakin penting dalam menghadapi ancaman lintas batas.