Eropa Memanas, Enam Negara Diguncang Gelombang Demonstrasi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 Oct 2026, 13:44 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Gelombang aksi protes terjadi di sejumlah kota Eropa pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Demonstrasi berlangsung di Prancis, Italia, Albania, Spanyol, Portugal, dan Belgia, dengan tuntutan beragam mulai dari persoalan pensiun, perumahan, pendidikan, hingga korupsi dan penolakan terhadap perang.

Di Prancis, unjuk rasa berlangsung di sejumlah kota, termasuk Paris dan Marseille. Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 410.000 orang mengikuti demonstrasi di seluruh negeri, sementara serikat pekerja mengklaim jumlah peserta sebenarnya dua kali lebih besar.

Situasi di beberapa kota Prancis berubah tegang saat malam tiba. Di Marseille, demonstran membakar tempat sampah untuk memblokir jalan dan melemparkan batu serta botol ke arah aparat keamanan, sementara bentrokan juga dilaporkan terjadi di Lyon, Bordeaux, Lille, Rennes, Nantes, dan sejumlah kota lainnya.

Di Italia, ribuan orang berunjuk rasa di Milan, Roma, Turin, Napoli, Bologna, dan Florence. Polisi menyatakan telah menangkap sembilan orang serta menahan sementara 371 orang selama aksi di delapan kota, termasuk 110 anak di bawah umur di antara mereka yang dibawa ke kantor polisi.

Sementara itu, ribuan demonstran di Tirana, ibu kota Albania, menggelar aksi antipemerintah pada Sabtu. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa, sedangkan pihak berwenang menyebut lebih dari 300 demonstran dan polisi terluka dalam rangkaian bentrokan sejak pertengahan Oktober.

Di Spanyol, demonstrasi antikemapanan berlangsung di Barcelona dan berujung pada penjarahan serta pembakaran di alun-alun kota. Sebanyak 100 orang dilaporkan ditangkap, sementara di Madrid, demonstran menuntut penyesuaian pensiun berdasarkan inflasi aktual dan perlindungan terhadap sistem pensiun publik.

Aksi di Portugal berpusat di Lisbon, ketika ribuan orang mendirikan lebih dari 100 tenda di sepanjang salah satu jalan utama ibu kota. Polisi membubarkan tenda pada Minggu dini hari, 25 Oktober 2026, dan melakukan sejumlah penangkapan.

Protes di Portugal berkaitan dengan persoalan keterjangkauan perumahan yang semakin berat. Harga rumah di negara tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sedangkan harga sewa untuk kontrak baru hampir dua kali lipat, dengan kaum muda termasuk kelompok yang paling terdampak.

Di Brussels, ibu kota Belgia, demonstrasi juga berujung bentrokan antara polisi dan massa. Aparat menggunakan gas air mata dan semprotan merica, sementara aksi-aksi sebelumnya di negara itu turut membawa tuntutan peningkatan pendanaan pendidikan serta kritik terhadap dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.

Rangkaian demonstrasi tersebut memperlihatkan beragam persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi negara-negara Eropa. Meski tuntutannya berbeda, isu kesejahteraan, biaya hidup, layanan publik, dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian dari tuntutan yang disuarakan para demonstran di sejumlah kota.