Trump Ancam Serangan Baru ke Iran, Negosiasi Damai Masih Jadi Opsi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 Oct 2026, 10:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan melancarkan serangan militer baru terhadap Iran dalam waktu dekat. Ia menyebut serangan bisa dilakukan pada Minggu, 25 Oktober 2026, meski keputusan final belum diumumkan.

Trump menyampaikan hal tersebut saat ditanya mengenai kemungkinan serangan lanjutan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. “Kami sedang mempertimbangkannya, mungkin besok,” kata Trump.

Ia menolak memastikan apakah militer AS benar-benar akan melancarkan serangan. Trump juga menegaskan tidak akan mengumumkan rencana militer secara terbuka sebelum keputusan diambil.

“Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu jika saya akan melakukannya?” ujarnya. Pernyataan tersebut membuat kemungkinan serangan baru masih terbuka tanpa kepastian mengenai waktu pelaksanaannya.

Di tengah ancaman tersebut, Trump mengatakan Iran masih memiliki kesempatan untuk menghindari serangan lanjutan melalui kesepakatan dengan Washington. Namun, ia mempertanyakan apakah Teheran akan mematuhi kesepakatan yang dibuat.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi masalahnya, apakah mereka akan mematuhi kesepakatan itu?” kata Trump. Pernyataan ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pemerintah AS.

Trump menyebut tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir pada masa mendatang. Ia menilai operasi militer sebelumnya yang melibatkan pesawat pengebom B-2 belum cukup untuk menjamin hasil yang bertahan lama.

“Saya harus membuatnya permanen. Itu satu-satunya alasan saya melakukannya,” ujar Trump. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Trump juga mengklaim pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat dibandingkan sebelum perang dimulai. Namun, ia tidak menyertakan angka untuk mendukung pernyataan tersebut.

Konflik AS dan Israel melawan Iran yang dimulai pada Februari telah memicu ketegangan lebih luas di Timur Tengah. Meski gencatan senjata telah tercapai dan upaya merampungkan kesepakatan damai disebut masih berlangsung, situasi belum sepenuhnya terselesaikan.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Trump belum memastikan apakah Washington akan memilih serangan militer baru atau melanjutkan upaya mencapai kesepakatan. Kedua opsi itu masih terbuka, sementara perkembangan selanjutnya bergantung pada keputusan pemerintah AS dan proses diplomasi dengan Iran.