HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

Oleh Desti Dwi Natasya pada 25 Oct 2026, 11:07 WIB

Latihan Bersama pada HUT Ling Tien Kung Ke-21 di TMII, Minggu (25/10/2026)

JAKARTA, Cobisnis.com – Perayaan HUT ke-21 Ling Tien Kung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/10/2026), dihadiri sekitar 11.300 anggota dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 8.000 peserta sekaligus menjadi rekor kehadiran tertinggi sepanjang penyelenggaraan perayaan tahunan organisasi tersebut.

Ribuan peserta yang mengenakan seragam putih biru memadati kawasan TMII sejak pagi untuk mengikuti rangkaian acara yang terdiri atas seremoni peringatan HUT mulai pukul 06.00 WIB dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga keseluruhan kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketua Umum Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia, Brigjen Pol (P) Drs. Edy Prawoto, S.H., M.Hum., mengapresiasi antusiasme anggota serta kerja keras panitia dalam menyukseskan perayaan tersebut.

Ia mengaku jumlah peserta yang mencapai sekitar 11.300 orang berada di luar perkiraan awal karena panitia sebelumnya hanya menargetkan kehadiran 8.000 orang.

“Dengan peserta HUT sekitar 11.300 itu cukup mengagetkan. Mengapa? Karena kami menargetkan 8.000 peserta. Kami tak bisa membendung keinginan anggota untuk turut serta memperingati HUT. Jumlah peserta yang sekarang ini rekor tertinggi,” kata Edy.

Pada perayaan HUT ke-20 yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur, jumlah peserta tercatat sekitar 8.000 orang. Peningkatan kehadiran pada tahun ini menunjukkan besarnya antusiasme anggota dari berbagai wilayah untuk mengikuti kegiatan bersama.

Target Perluasan ke 33 Provinsi

Di balik peningkatan jumlah peserta, Ling Tien Kung juga menargetkan perluasan jangkauan organisasi agar semakin banyak masyarakat di berbagai daerah dapat mengenal dan mengikuti kegiatan tersebut.

Shane Feldo Fuyi Widjaja, Penasihat Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia sekaligus cucu lelaki pertama Lao Shi Awiek Widjaja, menyampaikan bahwa pengembangan organisasi ke depan akan lebih difokuskan pada wilayah-wilayah yang belum terjangkau.

Menurut Shane, Ling Tien Kung saat ini telah memiliki jangkauan di sekitar 12 provinsi. Organisasi tersebut menargetkan kehadiran di seluruh 33 provinsi yang menjadi sasaran pengembangannya.

“Kami masih punya banyak target untuk pengembangan, khususnya di lini pemerintahan. Kami sudah masuk ke KORNI dan sebagainya. Ke depan, kami akan lebih fokus ke daerah-daerah lagi,” ujar Shane.

Ia menjelaskan bahwa perluasan tersebut akan didukung oleh para ketua dan pengurus di wilayah masing-masing. Keberadaan pengurus daerah diharapkan dapat membantu memperkenalkan Ling Tien Kung kepada masyarakat yang selama ini belum tersentuh kegiatan organisasi.

Shane menilai, peningkatan jumlah peserta dalam perayaan HUT ke-21 menjadi perkembangan positif bagi pengembangan Ling Tien Kung secara nasional. Jumlah kehadiran yang mencapai sekitar 11.300 orang pada tahun ini meningkat dibandingkan perayaan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 7.000–8.000 peserta.

“Setiap tahunnya jumlahnya bertambah terus. Sekarang rekor yang paling banyak ada di 11.000 ini. Mudah-mudahan tahun depan bisa terus meningkat,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa memperluas organisasi sekaligus mengelola kegiatan dengan ribuan peserta memiliki tantangan tersendiri. Pengaturan banyak orang menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperbaiki melalui pengalaman dan evaluasi setiap tahun.

“Rintangannya lebih ke bagaimana kita mengatur manusia. Agak sulitnya di situ. Namun, setelah 21 tahun mengatur kegiatan seperti ini, kami semakin berpengalaman. Setiap tahun juga selalu belajar banyak hal baru,” ujar Shane.

Mengandalkan Gerakan dan Potensi Tubuh

Selain pengembangan organisasi, Ling Tien Kung juga menyoroti manfaat aktivitas fisik bagi kebugaran tubuh. Shane menjelaskan bahwa latihan yang dilakukan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi anggota dari berbagai kelompok usia.

Bagi kalangan muda, ia menilai aktivitas tersebut dapat membantu meningkatkan semangat dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Ia mengaitkannya dengan endorfin, zat kimia alami yang diproduksi tubuh dan berperan dalam mengatur suasana hati serta persepsi terhadap rasa sakit.

“Kalau buat kita yang masih muda, lebih ke hormon endorfin. Produksinya bisa lebih baik sehingga kita lebih semangat menjalani hari-hari,” kata Shane.

Sementara itu, bagi anggota yang lebih senior, latihan tersebut dipandang sebagai salah satu upaya untuk menjaga kebugaran dan mendukung fungsi tubuh seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, manfaat kesehatan dari latihan Ling Tien Kung tetap perlu dipahami sesuai kondisi masing-masing individu dan tidak menggantikan penanganan medis apabila dibutuhkan.

Shane menyebut Ling Tien Kung diciptakan oleh kakeknya, Lao Shi Awiek Widjaja, sekitar 2005. Sejak saat itu, kegiatan tersebut terus berkembang dan menjadi wadah bagi para anggotanya untuk beraktivitas bersama.

Melalui peringatan HUT ke-21, Ling Tien Kung berharap dapat memperluas jangkauan ke lebih banyak daerah, memperkuat koordinasi antarpengurus, serta menjaga pertumbuhan jumlah anggota pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Edy berharap Rakornas yang diikuti perwakilan Koordinator Otonom dari berbagai daerah dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi perjalanan organisasi ke depan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan panitia serta berharap para peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan selamat.